Sepanjang 2025, Indonesia tercatat hanya mencetak tiga gol dari empat laga yang dijalani, dan semuanya dicetak oleh Romeny.
Baca Juga: Kylian Mbappe Sumbang Rp 3 Miliar, 5 Polisi Diselidiki
Hal ini menegaskan betapa pentingnya peran sang striker dalam skema permainan Kluivert.
Sementara itu, media lokal Inggris, Oxford Mail, merilis daftar tujuh pemain Oxford United yang tampil paling menonjol selama tur mereka di Indonesia.
Nama-nama seperti Aaron Lacey, Jack Currie, Brian de Keersmaecker, hingga Leo Snowden disebut sebagai pemain paling bersinar selama tiga laga yang dijalani: melawan Indonesia All Star (6-3), Arema FC (4-0), dan Port FC (1-2).
Baca Juga: Dua Ganda Pertahankan Harapan Indonesia di Japan Open 2025
Ironisnya, nama Ole Romeny tidak termasuk dalam daftar tersebut, meskipun ia sempat mencetak gol sebelum mengalami cedera.
Absennya Romeny tidak hanya memengaruhi rencana Oxford United di Liga Championship Inggris, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi harapan Indonesia di ajang internasional.
Dengan minimnya opsi penyerang di skuad Garuda, cedera ini menjadi isu strategis yang perlu segera dicarikan solusinya.
Baca Juga: Vanenburg: Filipina Bukan Lawan Enteng, Fokus Skema Permainan Jadi Kunci
Keputusan PSSI mengundang klub luar negeri ke turnamen pramusim seperti Piala Presiden pun kini menjadi sorotan.
Meski bertujuan meningkatkan eksposur dan kualitas pertandingan, kenyataannya partisipasi klub luar negeri membawa risiko cedera yang tidak kecil, sebagaimana yang dialami Romeny.
Evaluasi terhadap penyelenggaraan turnamen ini tampaknya menjadi hal yang tidak bisa dihindari, terlebih jika mempertimbangkan dampaknya bagi persiapan tim nasional.