Jika dihitung sepanjang sejarah, kedua tim telah berhadapan 10 kali di semua kompetisi (Kualifikasi Asia U23, SEA Games, dll.), sementara Indonesia kalah 7 kali, imbang 1 kali, dan menang 2 kali.
Selain rekor pertemuan, Timnas U23 Indonesia juga membuat pecinta sepak bola nasional waspada, terutama karena penampilan mereka sendiri yang kurang mengesankan.
Tidak hanya Malaysia, tetapi Indonesia juga belum menunjukkan kekuatan mereka.
Baca Juga: Mengapa Modric dan Gimenez Tidak Masuk Skuat Tur Pramusim Milan
Di pertandingan pertama, kemenangan 8-0 atas Brunei tidak banyak bicara karena Brunei terlalu lemah.
Pertandingan kedua, Timnas Indonesia justru bermain imbang tanpa gol, meskipun menguasai bola 66%, mereka tidak mampu mencetak gol, dan hanya bisa menang berkat keberuntungan ketika pemain Filipina mencetak gol bunuh diri.
Jens Raven – penyerang naturalisasi yang baru saja mencetak 6 gol melawan Brunei juga tampil buruk di pertandingan kedua.
Usai pertandingan itu, pelatih Gerald Vanenburg sendiri harus mengakui bahwa tim tuan rumah menang tipis berkat keberuntungan.
Baca Juga: Kapten Malaysia U-23 Waspadai Ferrari, Targetkan Tampil Maksimal Lawan Indonesia
Bagi Malaysia, kekalahan 0-2 dari Filipina bagaikan kecelakaan. Mereka menguasai bola hingga 70%, tetapi tetap harus menelan kekalahan.
Namun, kekalahan itu juga menyulitkan Malaysia, memaksa mereka bermain lebih dari 100% di sisa pertandingan, terutama laga akbar melawan Indonesia.
Soal skuat, timnas U23 Malaysia masih memiliki bintang-bintang yang dinilai mampu bersinar di laga-laga penting.
Trio yang patut diperhitungkan adalah striker naturalisasi Fergus Tierney, striker Haqimi Azim, dan gelandang serang Haykal Danish.
Baca Juga: Lionel Messi Ukir 764 Gol Non-Penalti, La Pulga Lebih Efisien dari Ronaldo
Di ASEAN Cup U23 2025 ini, tim peringkat kedua Grup A berpeluang bertemu tim peringkat pertama Grup B (kemungkinan besar U23 Vietnam) di semifinal.