SportlinkNews - Harapan Timnas Indonesia U17 untuk mengawali Piala Kemerdekaan 2025 dengan kemenangan pupus di detik-detik akhir.
Menghadapi Tajikistan di Stadion Utama Sumatera Utara, Medan, Selasa, 12 Agustus 2025, Garuda Asia yang sudah unggul dua kali harus rela berbagi angka 2-2 setelah lawan mencetak gol penyeimbang di menit ke-90.
Hujan deras yang mengguyur Medan tak mengurangi intensitas permainan. Pelatih Nova Arianto tetap mempercayakan komposisi terbaiknya dengan tetap menurunkan formasi yang sebelumnya membawa Indonesia menembus semifinal Piala Asia U-17 2024.
Baca Juga: Ford Escort WRC 1997 Legendaris Ini akan Dilelang, Pernah Dikendarai Carlos Sainz Sr dan Juha Kankkunen
Dafa Al Gasemi menjaga gawang, sementara lini belakang dihuni Eizar Jacob Tanjung, Fabio Azkairawan, kapten I Putu Panji Apriawan, Mathew Ryan Baker, dan Muhamad Al Gazani Dwi Sugandi.
Evandra Florasta bersama Nazriel Alfaro Syahdan mengatur serangan, dengan trisula Fadly Alberto Hengga, Mochammad Mierza Firjatullah, dan Muhamad Zahaby Gholy menjadi andalan di lini depan.
Tajikistan mengawali laga dengan tekanan tinggi dan bahkan sempat membobol gawang Indonesia di menit ke-9, namun gol dianulir karena offside.
Baca Juga: Crystal Palace Incar Mees Hilgers, FC Twente Pasang Harga Segini
Indonesia perlahan keluar dari tekanan dan menciptakan peluang berbahaya di menit ke-25 lewat sepakan Fadly Alberto yang ditepis kiper Rahmonov Muhammadrahim.
Keunggulan Indonesia datang di menit ke-35. Umpan silang Fadly dari sisi kiri disambut sundulan presisi Mierza Firjatullah untuk mengubah skor menjadi 1-0. Namun, keunggulan itu hanya bertahan satu menit.
Kesalahan di lini pertahanan dimanfaatkan Rahimzoda Furqon untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1, skor yang bertahan hingga babak pertama usai dengan penguasaan bola Indonesia mencapai 58 persen.
Baca Juga: Thailand Terancam Batal Jadi Tuan Rumah Pembukaan MotoGP 2026, Malaysia Jadi Kandidat Kuat
Babak kedua diawali manis bagi Garuda Asia. Menit ke-50, kerja sama dari sisi kanan diakhiri umpan Eizar Jacob yang dituntaskan Fadly Alberto dengan sundulan akurat, membuat Indonesia kembali memimpin 2-1.
Tekanan terus diberikan, dan di menit ke-60 Putu Panji nyaris memperlebar keunggulan, namun tembakannya melenceng tipis.
Pertandingan memanas saat Tajikistan mulai frustrasi. Indonesia bertahan rapat sambil mengandalkan serangan balik, tetapi satu kelengahan kembali menjadi petaka.
Baca Juga: Alexander Isak Ultimatum Newcastle United, Tolak Bermain di Liga Inggris 2025-2026
Tepat di menit ke-90, Ashuralizoda Nazrullo memanfaatkan umpan untuk mencetak gol penyama kedudukan.
Menjelang peluit akhir, Indonesia masih menciptakan dua peluang emas melalui Fandy Ahmad dan Putu Panji, namun penyelesaian akhir belum sempurna. Skor 2-2 bertahan hingga laga usai.
Nova Arianto menilai anak asuhnya sudah menjalankan game plan dengan baik, terutama dalam membangun serangan dan mencetak gol melalui skema yang dirancang.
Baca Juga: Tampil Debutan, Jafar/Felisha Diberi Misi Besar di Kejuaraan Dunia 2025
Namun, ia menegaskan dua kehilangan fokus yang berujung kebobolan harus menjadi pelajaran berharga sebelum laga berikutnya.
"Saya tidak terlalu memikirkan hasil. Tapi harapannya, laga-laga melawan tim-tim level atas di sini (Piala Kemerdekaan), bisa membantu timnas lebih berkembang", ucap Nova.