Sebagai perbandingan, Indra Sjafri sempat menggelar TC berulang dan panjang untuk timnas U-20, tetapi hasilnya kurang memuaskan karena skuad Garuda Muda gagal bersaing di Piala Asia U-20 2025.
Baca Juga: Carlos Franca, Calon Bintang Laskar Kalinyamat Mulai Tebar Ancaman di Super League 2025/26
Gerald Vanenburg tampaknya memilih pendekatan berbeda.
Ia menilai pemain muda lebih membutuhkan atmosfer kompetitif bersama klub masing-masing dibanding TC berlarut-larut tanpa pertandingan resmi.
Dengan cara ini, pemain tetap bisa menjaga jam terbang dan kondisi kompetitif saat membela klub, sekaligus tetap siap untuk agenda timnas.
Baca Juga: Garuda Calling: Empat Pemain Persib Bandung Dipanggil untuk Memperkuat Skuat Timnas Indonesia
Meski demikian, tantangan besar sudah menanti di babak kualifikasi.
Indonesia harus menghadapi Korea Selatan U-23 yang disebut-sebut akan dimanajeri langsung oleh Shin Tae-yong.
Mantan pelatih timnas Indonesia itu dikabarkan akan datang ke Indonesia pada 27 atau 28 Agustus sebagai manajer tim U-23 Korsel atas permintaan asosiasi sepak bola Korea.
Baca Juga: Kritisi Permenpora Nomor 14/2024, LaNyalla: Bisa Jadi Masalah Ekosistem Olahraga Nasional
Namun, secara resmi, timnas Korea Selatan U-23 tetap berada di bawah asuhan pelatih Lee Min-sung.
Sementara Shin Tae-yong kini berstatus pelatih klub Ulsan HD di K-League.
Kehadiran Shin di Sidoarjo tentu akan menjadi sorotan, mengingat hubungan emosionalnya dengan sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Tyronne del Pino: Menghadapi Persija Tidak Mudah Mereka Punya Skuat yang Bagus
Pertemuan Indonesia melawan Korea Selatan di Grup J pun diprediksi menjadi laga yang paling dinanti.