Momen itu pun langsung jadi perbincangan hangat warga Depok di media sosial.
Nama Jonathans bukan nama asing dalam sejarah Depok Lama. Dalam catatan sejarah, Gerrit Jonathans menjabat sebagai Presiden Republik Depok pada 1913–1921, disusul oleh Johannes Mathijs Jonathans yang memimpin pada 1942–1952.
Meskipun jabatan "presiden" di masa itu merujuk pada kepala pemerintahan sipil komunitas Depok, bukan kepala negara, perannya sangat penting dalam membentuk identitas awal kota ini.
Baca Juga: Xabi Alonso: Rodrygo dan Mastantuono Krusial bagi Real Madrid di Tahun 2025
Kini, generasi keturunan Jonathans kembali "pulang kampung", tak hanya sebagai warga biasa, tapi sebagai atlet nasional yang siap membela Merah Putih.
"Jl Pemuda Depok, tancap gas Milliano Jonathans ikut bangga sebagai orang Depok," tulis warganet @donny_tigor.
"Kereeennn bang Arya, gak usah pedulikan hater, kalo dia gak suka, apapun pasti salah. Semangat trusss bangg," sambut warganet lainnya.
Momen Miliano menyambangi tanah leluhur di Jalan Pemuda, Depok, disambut antusias oleh tokoh lokal dan netizen.
Baca Juga: Nathan Tjoe-A-On Jadi Sorotan Patrick Kluivert Jelang FIFA Matchday
Bahkan ada netizen yang menggoda, “Pak Arya, bro Miliano Jonathans kawinin aja ama Ayu Ting Ting!”
Ungkapan “Bule Depok” pun kembali mencuat di kalangan warga maya, menyadari bahwa ternyata cukup banyak keturunan Eropa yang memang sudah lama bermukim dan menjadi bagian dari sejarah Depok.
Sebagai informasi, sebelum menjadi kota modern seperti sekarang, Depok pernah berdiri sebagai komunitas otonom yang dikenal sebagai Republik Depok.
Pemimpinnya disebut Presiden, dan administrasinya terdiri dari sekretaris, bendahara, dan anggota dewan sipil.
Baca Juga: Marc Marquez Jadi Juara Dunia MotoGP 2025, Ini Syarat dan Ketentuan yang Berlaku
Berikut daftar Presiden Republik Depok yang tercatat:
Gerrit Jonathans (1913–1921)
Martinus Laurens (1921–1930)
Leonardus Leander (1830–1949)
Johannes Mathijs Jonathans (1949–1952)