Tiga kali sebelumnya, mereka tersingkir di babak penyisihan grup.
Dari segi prestasi, timnas putri U16 Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan banyak tim di kawasan ASEAN.
Belum lagi Thailand atau Australia, prestasi Indonesia masih jauh tertinggal dari Filipina, Laos, dan Myanmar.
Baca Juga: Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans Resmi Dinaturalisasi, Ini Harapan Erick Thohir
Meskipun belum pernah menjuarai kejuaraan, ketiga tim dari Filipina, Laos, dan Myanmar berhasil mencapai final.
Kamboja, yang sebelumnya kurang diperhitungkan, juga berhasil mencapai semifinal, meskipun hanya finis di peringkat keempat pada tahun 2017.
Di babak penyisihan grup tahun ini, Indonesia juga mencetak gol terbanyak sepanjang sejarah, dengan 9 gol dalam 2 pertandingan.
Ini sekali lagi menjadi rekor baru bagi Indonesia. Di turnamen-turnamen sebelumnya, mereka hanya mencetak satu gol pada tahun 2009, dua gol pada tahun 2017, dan tiga gol pada tahun 2018.
Baca Juga: Jonathan Rea Juara Dunia World Superbike 6 Kali Resmi Gantung Helm
Akankah ada "penyesalan" di kandang sendiri?
Meskipun telah menorehkan tonggak sejarah, tim putri U16 Indonesia masih menghadapi kekhawatiran besar menjelang semifinal, saat mereka harus menghadapi Australia.
Sebagai perbandingan, Australia U16 jauh lebih kuat dalam hal fisik, kekuatan fisik, dan kemampuan bermain yang kohesif.
Di babak penyisihan grup, lawan-lawan Indonesia tidak terlalu diperhitungkan.
Sementara Timor Leste terlalu lemah, Malaysia juga bermain buruk, yang menyebabkan kegagalan mereka mencapai semifinal.
Baca Juga: SEA Deaf Games 2025 Momentum Bersejarah Indonesia
Pada dasarnya, tim putri U16 Indonesia belum menghadapi tantangan berarti, sehingga fakta bahwa mereka memenangkan 2 pertandingan penyisihan grup tidak banyak menunjukkan kualitas tim tuan rumah.