SportlinkNews - PSSI telah mengumumkan secara resmi China Taipei akan menjadi pengganti Kuwait sebagai lawan uji coba FIFA Matchday pada 5 September mendatang di Surabaya.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir kepada media usai peluncuran buku 90's & Beyond di Sarinah Jakarta, Rabu, 27 Agustus 2025, menjelaskan alasan di balik perubahan tersebut.
Seperti yang diketahui, Kuwait tiba-tiba membatalkan laga uji coba mereka melawan Indonesia dan juga keikutsertaan mereka pada turnamen di Uni Emirat Arab (UEA).
Mengingat sudah ada Hitam di atas Putih, maka PSSI pun menurut Erick langsung melaporkan hal tersebut kepada AFC.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia 2025: Rinov/Pitha Tersingkir, Indonesia Sisakan Satu Ganda Campuran
Kuwait sendiri pada akhirnya memutuskan hanya akan melakoni laga melawan Suriah pada FIFA Matchday nanti.
"Jadi kami langsung lapor dan mencari tim-tim yang bisa menjadi opsi pengganti. Dari sejumlah tawaran yang kami masukan, China Taipei yang memberikan konfirmasinya," kata Erick kemudian.
"Memang pemilihan Taiwan tidak sesuai skema yang diharapkan, tetapi terima kasih ada negara yang menerima tawaran. Kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena Kuwait sudah mengatakan akan melawan Suriah, meski kita masih ada kesempakatan dengan mereka," tambah Erick menjelaskan.
Baca Juga: Setia dengan Fiorentina, Pietro Comuzzo Ogah Gabung ke Al Hilal Tolak Tawaran 35 Juta Euro
Menteri BUMN itu menegaskan, keputusan ini diambil dengan pertimbangan waktu yang sempit, sehingga PSSI perlu bergerak cepat agar Garuda tetap memiliki dua laga uji coba sebelum agenda resmi.
Indonesia akan menghadapi Taiwan pada 5 September dan Lebanon pada 8 September di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.
Erick juga memastikan seluruh tiket yang sudah dibeli penonton untuk laga melawan Kuwait bisa direfund.
"Kalau mau dikembalikan bisa, kalau tidak, PSSI bersama GSI akan siapkan kompensasi bagi yang tetap menyimpan tiketnya. Kita harus menghormati para suporter yang sudah berkomitmen untuk tim nasional," tegasnya.
Baca Juga: Adidas Rilis Bola Resmi Liga Champions, Terinspirasi dari Langit Malam dan Angkasa Luar
Mentalitas pemain
Selain soal lawan uji coba, Erick menyinggung pentingnya menjaga mental para pemain di lapangan. Ia mengingatkan bahwa sepak bola bukan hanya soal skill, tetapi juga kesiapan mental menghadapi situasi sulit.
"Saya turun ke lapangan itu bukan untuk marah-marah, tapi meminta pemain dan ofisial tetap fokus. Kita ini kadang terlalu terbawa jiwa kepahlawanan, mudah terpancing lawan.," tambahnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Erick mengungkapkan perkembangan terbaru soal proses naturalisasi dua pemain keturunan, Miliano dan Mauro.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia 2025: Melaju ke Babak 16 Besar, Ini Komentar Gregoria Mariska Tunjung
Surat persetujuan dari DPR sudah diteruskan ke Presiden Prabowo, dan proses pengambilan sumpah diharapkan segera dilakukan.
"Baru saja saya diinfo, surat dari DPR sudah sampai ke Presiden. Mudah-mudahan dalam 1–2 hari ada proses lanjutan. Harapannya, September mereka sudah bisa memperkuat tim dalam laga uji coba tanggal 5 dan 8, pungkas Erick.