timnas

Ditahan Imbang Laos, Jalan Indonesia Menuju Piala Asia U-23 Semakin Terjal

Rabu, 3 September 2025 | 22:18 WIB
Timnas U23 Indonesia akan menghadapi Korea Selatan. (pssi)

SportlinkNews - Perjalanan Timnas Indonesia U23 di Kualifikasi Piala Asia U23 2026 diawali dengan hasil yang tidak memuaskan, setelah hanya menghasilkan satu poin saja dari laga pertama melawan Laos, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu, 3 September 2025. 

Skuat asuhan Gerald Vanenburg harus puas ditahan imbang 0-0 oleh lawannya. Hasil ini membuat Indonesia menempati posisi runner-up Grup J, di bawah Korea Selatan yang dilaga sebelumnya berhasil pesta gol 5-0 ke gawang Makau. 

Meski Vanenburg menurunkan komposisi terbaiknya, termasuk penyerang andalan seperti Rafael Struick dan Jens Raven, lini depan timnas tetap belum bisa menghasilkan. Sejak awal, Indonesia mendominasi permainan, namun tidak ada satu pun gol yang tercipta. 

Baca Juga: Heboh Warganet Sambut Miliano Jonathans: Arjen Robben-nya Depok, Nih!

Gol Jens Raven di menit kelima sempat memicu harapan, namun sayangnya dianulir karena offside. Sepanjang babak pertama, upaya Donny Tri Pamungkas dan Toni Firmansyah juga selalu bisa digagalkan oleh kiper Laos, Kop Lokphathip, yang tampil luar biasa.

Di babak kedua, situasi tidak banyak berubah. Pertahanan solid Laos yang menerapkan garis pertahanan rapat kembali menjadi tembok kokoh.

Peluang demi peluang yang didapat Arkhan Fikri, Rayhan Hannan, dan bahkan pemain pengganti seperti Hokky Caraka gagal berbuah gol.

Baca Juga: Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Begini Sumpah Miliano Jonathans

Hokky Caraka nyaris memecah kebuntuan melalui sundulan di menit 65 dan tembakan pada menit 72, namun tetap belum mampu mengalahkan ketangguhan kiper lawan.

Hingga menit akhir, termasuk lima menit tambahan waktu, Indonesia terus menggempur, tetapi skor 0-0 tidak berubah. 

Di laga ini, Laos berhasil mengejutkan dengan pertahanan yang terorganisir dengan baik.

Baca Juga: Wali Kota: Inter dan Milan Melihat Sepak Bola sebagai Peluang Bisnis, Bukan Gairah

Mereka tidak bermain pasif, tetapi menggunakan pendekatan zona marking yang cerdas, fokus pada penutupan area vital dan jalur umpan, bukan hanya mengejar pemain yang memegang bola. 

Strategi ini membuat serangan-serangan Timnas Indonesia menjadi tidak efektif.

Sementara itu, bagi Indonesia, kelemahan utama terlihat jelas, yakni akurasi penyelesaian akhir yang buruk. Di bawah tekanan untuk mencetak gol, para pemain Garuda Muda kerap kali membuang peluang. 

Baca Juga: Alexander Isak Bikin Liverpool Kepincut, Ini Data dan Fakta Menarik

Hasil ini menempatkan Indonesia dalam posisi sulit, mengingat ketatnya persaingan untuk memperebutkan tiket ke putaran final.

Dua pertandingan selanjutnya, melawan Makau pada 6 September dan laga krusial melawan Korea Selatan pada 9 September akan jadi penentu. 

Dengan hanya 11 juara grup dan empat runner-up terbaik yang berhak lolos ke putaran final, Indonesia harus tampil jauh lebih tajam di dua pertandingan sisa untuk mengamankan posisi mereka.

Tags

Terkini