SportlinkNews - Timnas Indonesia U-23 terus mempersiapkan diri menghadapi laga krusial melawan Korea Selatan pada partai terakhir Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
Manajer tim, Ahmed Zaki Iskandar, mengingatkan seluruh pemain untuk menjaga fokus, konsentrasi, dan disiplin penuh menjelang pertandingan yang akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa, 9 September 2025, pukul 19.30 WIB.
Menurut Zaki, laga kontra Korea Selatan tidak sekadar pertandingan biasa, melainkan penentuan nasib Garuda Muda untuk bisa lolos ke putaran final. Karena itu, ia meminta semua pemain mengerahkan semangat dan energi terbaik di lapangan.
Baca Juga: Kylian Mbappe Ungkap Pernah Nyaris Hijrah ke Bundesliga Sebelum Gabung PSG
"Besok adalah laga penting, jadi semua harus benar-benar mencurahkan semangat. Mudah-mudahan latihan terakhir bisa mempertajam strategi pelatih," katanya kepada media di sesi latihan sore di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Senin, 8 September 2025.
"Kita tahu Korea sangat produktif mencetak gol dan punya pertahanan yang solid. Ini tantangan besar, tapi kita harus tetap optimis. Insyaallah bisa menang," tegas Ahmed Zaki.
Kemenangan besar 5-0 atas Makau di laga sebelumnya diyakini Zaki telah menambah kepercayaan diri para pemain. Hasil tersebut dianggap sebagai bukti bahwa skuat asuhan Gerald Vanenburg itu merupakan tim yang solid.
Baca Juga: Bojan Hodak Pastikan Andrew Patrick Jung Pulih, Persib Siap Hadapi Persebaya
"Pemain harus tetap fokus pada tujuan kita berada di sini. Dari persiapan, saat pertandingan dimulai, hingga menit terakhir, konsentrasi tidak boleh hilang," tambahnya.
Garuda Muda saat ini menempati posisi kedua Grup J dengan empat poin, tertinggal dua angka dari Korea Selatan. Kemenangan menjadi satu-satunya jalan bagi Indonesia untuk lolos ke Piala Asia U-23 2026, sebab jalan melalui slot runner-up terbaik sudah tertutup.
Ini mengingat, Indonesia masih kalah poin dengan empat tim runner-up terbaik lainnya. Cina (Grup D), Iran (Grup I), Turkmenistan (Grup K), dan Yaman (Grup C) masing-masing telah mengoleksi enam poin dari dua laga penyisihan.
Baca Juga: Sejarah Baru Terukir Jika Menpora Ditangan Seorang Wanita
Kondisi ini membuat Indonesia otomatis tersingkir dari persaingan empat besar runner-up terbaik, meskipun turnamen masih berlangsung.
Kalau hasilnya hanya imbang atau kalah dari Korea Selatan, poin Indonesia dipastikan tidak cukup untuk bersaing di empat runner-up terbaik.