Menurutnya, hal itu tak lepas dari peran Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang dinilai punya kapasitas mumpuni.
Baca Juga: Persib Bandung Hadapi Jadwal Padat, Bojan Hodak Siapkan Rotasi Pemain
“Saya rasa program ini tidak akan berhenti. Ekonomi Indonesia stabil, dan mereka memiliki Erick Thohir yang berdedikasi sekaligus kompeten."
"Beliau anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan pernah menjadi Presiden Inter Milan."
"Itu menunjukkan pengalamannya dalam manajemen sepak bola Eropa,” kata Quang Huy.
Baca Juga: Akane Hentikan Langkah Putri KW, Tunggal Putri Indonesia Habis di China Masters 2025
Ia menambahkan, meski target Piala Dunia belum tercapai, Erick diyakini akan tetap berada di jalur yang sama untuk membawa Indonesia lebih maju.
Quang Huy juga menilai Indonesia memiliki modal besar berupa pemain keturunan yang tersebar di berbagai negara.
Berbeda dengan Malaysia, menurutnya pemain naturalisasi Indonesia memiliki akar yang jelas di Tanah Air.
Baca Juga: Dukungan Publik Tinggi, Patrick Kluivert Dapat Kepercayaan Bawa Garuda ke Piala Dunia
“Mereka punya kekuatan diaspora yang besar dan banyak di antaranya jago sepak bola."
"Jadi meskipun gagal, proyek ini akan tetap berlanjut."
"Semua pemain naturalisasi Indonesia punya akar yang kuat, berbeda dengan Malaysia,” ucapnya.
Lebih jauh, Quang Huy percaya masa depan Timnas Indonesia tidak hanya bergantung pada naturalisasi.