SportlinkNews - Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, kini tengah menjadi sorotan publik usai resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (17/9/2025).
Kritikan tajam mengalir dari berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri, lantaran Erick dianggap terlalu banyak memegang jabatan penting tanpa fokus pada prioritas tertentu.
Sebagai Menpora, Erick diharapkan dapat mengayomi seluruh cabang olahraga secara merata.
Baca Juga: Lion City Sailors Tahan Imbang Persib Bandung, Aleksandar Rankovic Ungkap Kebanggaan
Namun, hingga saat ini ia masih menjabat sebagai ketua umum PSSI, dan tidak menunjukkan tanda-tanda untuk mengundurkan diri dari salah satu posisi strategis tersebut.
Kondisi inilah yang menimbulkan polemik di kalangan masyarakat dan pemerhati olahraga.
Media asal Malaysia, Makanbola.com, ikut menyoroti isu rangkap jabatan Erick Thohir.
Baca Juga: Han Yue Pecah Telur, Hentikan Langkah Chen Yu Fei di Perempat Final China Masters 2025
Mereka menilai pria berusia 55 tahun itu memiliki rekam jejak yang kerap meninggalkan persoalan di organisasi yang pernah dipimpinnya.
Saat menjabat Presiden Inter Milan, Erick memang berhasil meningkatkan nilai klub dan menarik investor baru, namun pada akhirnya ia menjual klub tersebut dengan keuntungan tanpa meninggalkan fondasi yang kokoh bagi tim.
Kritik serupa juga ditujukan pada kiprahnya di Kementerian BUMN.
Baca Juga: Jelang Duel Lawan Irak, Timnas Indonesia Bidik Kejutan
Beberapa perusahaan pelat merah disebut masih menghadapi masalah keuangan dan pengelolaan meski Erick pernah memimpin kementerian strategis itu.
“Bayangan kesalahan lama terus menghantui. Dari Milan hingga Jakarta, masalah utama bukan sedikit amanah, tetapi terlalu banyak,” tulis Makanbola.com.