timnas

Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026: Kesiapan Mental Jadi Kunci, Timnas Indonesia Tak Gentar Hadapi Keuntungan Arab Saudi

Senin, 6 Oktober 2025 | 23:00 WIB
Timnas Indonesia melakoni sesi latihan kedua di Jeddah, jelang putaran empat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, akhir pekan lalu. (PSSI)

SportlinkNews – Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, memastikan kondisi mental skuat Garuda berada dalam situasi terbaik jelang laga pertama putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, 8 Oktober mendatang melawan Arab Saudi.

Ia menegaskan bahwa seluruh pemain telah menunjukkan semangat juang tinggi dan kekompakan yang terus dibangun melalui berbagai kegiatan tim.

"Kalau berkaitan dengan mental para pemain, semuanya cukup bagus. Kemarin sore kita juga ada kegiatan game bersama pemain dan official, tujuannya untuk meningkatkan mental petarung, mental pejuang, dan mental juara," ujar Sumardji dalam wawancara video call, Senin, 6 Oktober 2025.

Baca Juga: Alex Pereira Ingin Naik Kelas, Dana White: Masih Banyak Lawan Menarik

Menurutnya, pelatih kepala Patrick Kluivert bersama jajaran tim pelatih memiliki cara tersendiri dalam menjaga dan menguatkan psikologis skuad Garuda.

Salah satunya melalui kegiatan permainan dan interaksi tim yang dirancang untuk memperkuat chemistry serta rasa kebersamaan antarpemain.

"Ini adalah salah satu bentuk cara meningkatkan chemistry dan mental para pemain agar mereka punya kekuatan lebih. Karena kita tahu, di putaran empat ini bisa dibilang pertandingan hidup dan mati, jadi semuanya harus maksimal," tambahnya.

Baca Juga: Rasmus Hojlund Ungkap Rahasia di Balik Performa Tajamnya setelah Tinggalkan Man United

Terkait laga melawan Arab Saudi yang akan dipimpin wasit asal Kuwait, Ahmad Al Ali, Sumardji mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melayangkan protes resmi.

Meski hingga saat ini Indonesia belum menerima jawaban atau keberatan tersebut, ia menegaskan bahwa tim tidak akan terpengaruh oleh siapa pun yang memimpin jalannya pertandingan.

"Kita sudah berkirim surat soal perangkat pertandingan, tapi sampai sekarang belum ada hasilnya. Namun, apapun yang terjadi, kita tidak akan terpengaruh," ungkap Sumardji.

Baca Juga: Pep Guardiola Ukir Rekor 250 Kemenangan Tercepat di Liga Inggris, Lampaui Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger

"Pertandingan tanggal 8 dan 11 itu pertandingan hidup dan mati, dan kita akan tetap fight untuk memenangkan pertandingan," tegasnya menekankan.

Memang hasil putaran ketiga, kita memiliki peluang menang saat menghadapi Arab Saudi, namun Timnas juga harus mempertimbangkan beberapa faktor teknis maupun non teknis yang memang lebih menguntungkan tuan rumah.

Pertama, sejak gim kedua putaran kedua melawan Indonesia, Arab Saudi sudah di latih oleh Hervé Renard. Ketika itu hasilnya masih belum bagus, sehingga Arab kalah 0-2 dari Indonesia.

Baca Juga: Massimiliano Allegri Sentil Rafael Leao Usai AC Milan Gagal Menang atas Juventus

Tapi akan berbeda untuk saat ini. Arab Saudi datang dengan kondisi yang solid. Sebagian besar pemain mereka berkarier di klub lokal, sehingga mudah beradaptasi dengan strategi dan gaya bermain yang diusung pelatih.

Walau pemusatan latihan baru dimulai pekan ini, kekompakan di antara pemain sudah terbentuk sejak lama berkat interaksi intens di level klub. Hal ini membuat koordinasi di lapangan berjalan lebih mulus.

Lalu, keuntungan lain muncul dari faktor nonteknis. Meski pada laga nanti Indonesia berstatus tuan rumah, tetapi kuota akomodasi dan tiket pertandingan untuk suporter Indonesia justru lebih kecil. 

Baca Juga: Indra Sjafri Tambah Pemain Baru ke Timnas U-22 Indonesia Jelang SEA Games 2025

Selain itu, Arab Saudi juga menikmati jadwal yang relatif lebih menguntungkan. Dengan jeda pertandingan yang lebih panjang, para pemain memiliki waktu istirahat dan pemulihan yang lebih ideal.

Kondisi ini tentu menjadi nilai plus bagi mereka untuk menjaga performa tetap stabil di setiap laga.

Tags

Terkini

Calvin Verdonk Tinggalkan Timnas Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:27 WIB