Tapi, baik wasit yang ada sekitar empat meter di belakang, berdasarkan rekaman tv, dan asisten wasit 1 di kiri yang kasat mata tidak terlahang, membiarkan adegan itu.
Paes yang sudah 2 atau 3 kali menyelamatkan gawang dari kebobolan, tak kuasa menahan tendangan deras Mohammed Kanno, di menit 90+3. Bisa dipahami, karena perhatian Paes terganggu dengan adegan meluncurnya Dick setelah didorong keras.
Dua gol Arab Saudi yang dicetak Waheb Saleh (17) dan Feras Albrikan (36) dari titik penalti, murni karena kesalahan elementer Marc Klok yang ragu untuk menyapu bola hingga dimanfaatkan pemain lawan.
Baca Juga: Vonis Pemerkosaan Dibatalkan, Dani Alves Sambut Anak Pertama dari Joana Sanz
Dan gol dari titik penalti kebiasaan buruk Yakob Sayuri di kompetisi Indonesia Super league. Meski Feras Al Brikan tidak berbahaya, Sayuri menarik kaosnya, dan terjatuh. Sangat sering ia melakukan keisengan yang berbuah pahit itu di kompetisi kita.
Makin Terjal
Lepas dari itu, kekalahan ini membuat langkah kita jadi semakin terjal. Memang belum tertutup, tetapi lawan yang Sabtu (11/10) akan kita hadapi adalah Irak. Tim yang terkenal militansinya sangat tinggi.
Meski dalam dunia sepak bola impossible is always possible (Sesuatu yang tidak mungkin itu selalu mungkin), harus diakui langkah anak-anak menjadi bertambah berat. Apalagi, jika beban kekalahan dari Arab Saudi terus membekas, langkah menjadi semakin berat.
Terpenting, Patrick Kluivert tidak lagi menggunakan laga versus Irak sebagai langkah coba-coba. Jujur, meski saya tetap memegang tinggi bahwa pelatih yang paling tahu kondisi pemain, namun diakui atau tidak melawan Arab Saudi ada banyak tanya yang terus mengganjal.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Mesir Raih Tiket ke-19, Ghana Hampir Selesaikan Misi
Misalnya, mengapa Rizky Ridho yang kasat mata sudah sepaket dengan Jay Idzes, sama sekali tidak dimainkan.
Begitu juga mengapa Tom Haye tidak dimainkan sejak awal babak? Lalu, kenapa Marc Klock dan Yakob Sayuri dimainkan sejak babak awal serta tidak diganti-ganti.
Sekali lagi, kasat mata, paling tidak dua gol Arab Saudi adalah buah kesalahan keduanya. Kalau saja keduanya cukup kuat mentalnya, maka kesalahan elementer itu tidak terjadi.
Jadi, masihkah peluang kita terbuka, sedikitnya untuk bisa menjadi runner-up? Kita tunggu saja...