timnas

Timnas Indonesia Masih Berjuang, Shin Tae-yong Dipecat Ulsan: Dua Dunia yang Berbeda

Kamis, 9 Oktober 2025 | 20:09 WIB
Shin Tae-yong kini menjadi sorotan usai dipecat Ulsan FC pada Kamis (9/10).

SportlinkNews - Saat Timnas Indonesia masih berjuang di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, satu nama yang dulu dielu-elukan justru terpuruk di tanah kelahirannya.

Shin Tae-yong kini menjadi sorotan usai dipecat Ulsan FC pada Kamis (9/10). Dilansir media Korea, naver, Kamis (9/10), Ulsan secara resmi mengumumkan.

"Kami telah mengakhiri hubungan kami dengan Pelatih Shin Tae-yong," dengan menyatakan, "Kami telah memutuskan untuk mengakhiri kontrak karena tanggung jawab atas kinerja yang buruk. Ulsan dan Pelatih Shin Tae-yong telah mengakhiri kemitraan mereka yang berumur pendek."

Baca Juga: Timnas Indonesia U23 Gagal ke Piala Asia, Gerald Vanenburg Merespon Perbandingannya dengan Shin Tae-yong

Ini menandai kedua kalinya Ulsan berpisah dengan Pelatih Shin Tae-yong, setelah kepergian Kim Pan-gon pada bulan Agustus, hanya dua bulan setelah kepergiannya.

Kepergian ini merupakan keputusan yang mengejutkan, mengingat tingginya ekspektasi atas kedatangannya sebagai petugas pemadam kebakaran Ulsan, dan keyakinan yang ia tunjukkan dalam pengangkatannya.

Namun, dengan Ulsan yang terpuruk di posisi ke-7 K League 1, klub akhirnya berpisah dengan Kim Pan-gon dan menunjuk Shin Tae-yong, mantan pelatih tim nasional, yang menciptakan kehebohan besar. Sudah 13 tahun sejak Shin Tae-yong kembali ke panggung K League.

Baca Juga: Timnas Indonesia: Rasa, Keadilan dan Etika

Pemecatan STY tak hanya disebabkan kalah telak 0-3 dari Gimcheon Sangmu pada Minggu (5/10) yang merupakan kekalahan ke-13 musim ini bagi sang juara bertahan K League 1.

STY dibuang Ulsan FC karena gagal membina komunikasi yang baik dengan pemain. Masalah komunikasi itu juga pernah terjadi saat STY melatih Timnas sehingga ia dipecat.

Ulsan terjerembab di posisi ke-10 klasemen—tiga terbawah. Ironis? Lebih dari itu. Ini adalah tamparan keras bagi mereka yang masih percaya pada "daya magi STY".

Di Indonesia, STY pernah dielu-elukan sebagai penyelamat sepak bola nasional.

Baca Juga: Persebaya Jalani Persiapan Intensif Jelang Laga Kontra Persija di Gelora Bung Tomo

Tapi kini, di Korea Selatan, ia tak mampu bersaing di liga domestik.

Halaman:

Tags

Terkini