Namun, perjalanan keduanya menunjukkan arah berbeda setelah itu.
Baca Juga: Timnas Indonesia Vs Irak: Ditanya Strategi, Jawaban Kluivert Mengejutkan
Graham Arnold berhasil membawa Irak meraih tiga kemenangan beruntun, termasuk kemenangan tipis 1-0 atas Yordania, serta menjuarai King’s Cup 2025 dengan menaklukkan Hong Kong dan Thailand.
Catatan positif tersebut membuat Arnold memiliki tingkat kemenangan mencapai 75 persen sejak menangani Irak.
Di sisi lain, Patrick Kluivert yang telah memimpin Indonesia dalam tujuh laga baru mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Baca Juga: Timnas Indonesia Vs Irak: Mengulik Strategi Patrick
Kekalahan terbaru dialami Indonesia saat menghadapi Arab Saudi pada laga perdana putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dengan catatan tersebut, tingkat kemenangan Kluivert berada di angka 42,9 persen.
Tekanan terhadap pelatih asal Belanda itu pun meningkat tajam, terutama setelah taktiknya banyak dikritik pada laga melawan Arab Saudi.
Baca Juga: Semen Padang FC Tunjuk Dejan Antonic sebagai Pelatih Baru Kabau Sirah
Selain strategi yang dianggap kurang efektif, sejumlah pemain juga disebut tidak bermain di posisi ideal, sehingga menimbulkan ketegangan di ruang ganti.
Kini, sorotan tertuju pada bagaimana Kluivert mampu mengembalikan motivasi dan soliditas tim.
Publik Indonesia tentu masih menyimpan harapan besar agar skuad Garuda bisa mencatat sejarah tampil di Piala Dunia.
Baca Juga: Cedera Ryo Matsumura Berangsur Pulih, Tetap dalam Pantauan Ketat Tim Medis
Namun, dengan performa yang belum stabil, peluang Indonesia untuk lolos tampak semakin menipis.