"Sulit karena saya selalu mencoba bersikap hormat, saya selalu berupaya menghormati semua orang, wasit, organisasi, semuanya," ungkap Jay Idzes.
"Namun, hari ini sesuatu terjadi dan menurut saya tidak benar. Pada akhirnya wasit memutuskan, jadi kami harus menerima itu."
"Namun, jika saya melihat di akhir pertandingan saya ingin memberikan bantuan kepada wasit dan mereka bilang tidak."
Baca Juga: Catatan Suram Timnas Indonesia Lawan Irak, Sudah 57 Tahun Tak Pernah Menang
"Saya selalu memberikan respek, saya selalu di lapangan. Saya memastikan semua orang menjauh dari wasit," ucap pemain Sassuolo tersebut.
Tensi Tinggi Laga Tensi tinggi terjadi karena partai Indonesia vs Irak memang begitu krusial. Timnas Indonesia butuh kemenangan untuk menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026.
Memasuki menit ke-84, terjadi insiden lemparan benda-benda ke lapangan oleh suporter.
Jay Idzes pun tampil sebagai pemimpin mencoba menenangkan penggemar di tribune.
Baca Juga: Timnas Indonesia Vs Irak: Mengulik Strategi Patrick
"Saya mencoba berbicara secara hormat dengan wasit dan mesikpun mereka membuat keputusan yang tak menguntungkan kami, kami harus respek."
"Namun hal itu sulit dalam pertandingan sebab ada begitu banyak yang dipertaruhkan dan semua orang menjadi emosional sebab semua orang ingin menang."
"Jadi sulit untuk merefleksikan secara langsung sekarang. Namun, saya hanya ingin berkata saya bangga dengan tim ini," ucap Jay Idzes menambahkan.
Baca Juga: Peter Cklamovski Dihujat Usai Salahkan FAM soal Kasus Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia
Apa pun itu, Jay Idzes mencoba tetap berpikir positif ke depan. Ia percaya Timnas Indonesia punya cukup kualitas untuk bertarung lagi memperebutkan tiket di Piala Dunia berikutnya.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)