Namun, keputusan PSSI untuk memberhentikan Shin pada awal tahun 2025 sempat menimbulkan tanda tanya besar.
Kala itu, Indonesia masih memiliki empat laga tersisa di putaran ketiga Kualifikasi.
Namun, federasi memilih jalan cepat dengan menunjuk Patrick Kluivert untuk mengejar hasil instan.
Kini, setelah Indonesia gagal total di putaran keempat, alasan untuk mempertahankan Kluivert semakin tipis.
Baca Juga: Dewa United Banten Resmi Kenalkan Pelatih Barunya dari Spanyol, Siap Bersaing di IBL dan BCL Asia
Menariknya, Shin Tae-yong saat ini tengah berstatus tanpa klub usai didepak dari Ulsan HD, klub yang ia tangani selepas meninggalkan Indonesia.
Kondisi ini membuka peluang bagi PSSI untuk kembali memanggilnya.
Selain kedekatan emosional dengan pemain dan suporter, pengalaman Shin dalam membangun tim dari dasar menjadi nilai lebih yang sulit diabaikan.
Baca Juga: Saat Mimpi Garuda Diuji Bukan Takluk
PSSI juga bisa belajar dari kasus sukses Hervé Renard bersama Timnas Arab Saudi.
Pelatih asal Prancis itu sempat menjalani dua periode kepelatihan bersama The Green Falcons.
Pada periode pertamanya (2019–2023), ia sukses membawa Arab Saudi lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar dan menorehkan kemenangan sensasional atas Argentina.
Baca Juga: Suporter PSM Makassar Berharap Besar Pada Sang Pelatih Caretaker Ahmad Amiruddin
Meski sempat kesulitan di awal periode keduanya, Renard mampu membangkitkan tim hingga mencatat tujuh kemenangan dari 17 laga.