PON Bela Diri 2025 Jadi Proyek Percontohan Model Multi-Event Tematik KONI

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Minggu, 12 Oktober 2025 | 14:04 WIB
Performa cabang olahraga pencak silat dalam pembukaan PON Bela Diri 2025, Kudus, 11 Oktober kemarin. (PON Bela Diri)
Performa cabang olahraga pencak silat dalam pembukaan PON Bela Diri 2025, Kudus, 11 Oktober kemarin. (PON Bela Diri)

SportlinkNews - Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Suwarno, menegaskan bahwa PON Bela Diri 2025 merupakan proyek percontohan menuju model penyelenggaraan olahraga yang lebih tematik, efisien, dan terarah ke depannya.

"Dari rencana awal 16 cabang, kali ini baru bisa terlaksana 10. Tapi ini awal yang baik. Kami ingin model seperti ini bisa diterapkan di daerah lain di masa mendatang," ujar Suwarno di Kudus, Minggu, 12 Oktober 2025.

Menurutnya, ke depan KONI berencana memisahkan fokus antara PON utama dan event (PON) tematik.

Baca Juga: Newcastle United Tunjuk Ross Wilson sebagai Direktur Olahraga yang Baru

PON reguler empat tahunan akan lebih memprioritaskan cabang olahraga olimpik, sementara ajang seperti PON Bela Diri akan menjadi wadah pembinaan dan kompetisi bagi cabang non-olimpik agar tetap mendapat ruang berkembang.

"Kalau PON bela diri pertama ini berjalan lancar, kita berharap bisa menjadi event dua tahunan. Kudus bisa jadi tuan rumah tetap," imbuhnya.

Namun, dalam edisi perdana ini, PON Bela Diri tidak hanya menampilkan cabang non-olimpik. Sejumlah cabang bela diri olimpik seperti taekwondo dan karate juga ikut serta.

Baca Juga: Langkah Apik dan Rekor Baru Arsenal di Sepuluh Laga Pembuka Musim Ini dari Liga Primer Hingga Liga Champions

Hal ini, kata Suwarno, dilakukan demi menarik perhatian sponsor sekaligus menjaga keseimbangan kompetisi.

"Kalau hanya cabor non-olimpik, seperti jiu-jitsu dan sambo, masih belum banyak dikenal masyarakat. Jadi cabang-cabang olimpik tetap kami sertakan agar daya tariknya meningkat. Dengan begitu, sponsor tertarik dan kesempatan atlet untuk bertanding pun lebih banyak," jelasnya.

Suwarno menambahkan, pengalaman dari PON Bela Diri perdana ini akan menjadi evaluasi penting untuk menentukan arah pengembangan event serupa di masa depan. 

Baca Juga: Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia, Ini Komentar Erick Thohir

Jika sukses, model multi-event tematik ini bisa menjadi terobosan nasional, terutama dalam pengelolaan jumlah cabang olahraga yang kerap membengkak di PON reguler.

"Selama ini kita selalu berbicara tentang jumlah cabang yang terlalu banyak di PON utama. Ke depan, PON empat tahunan akan fokus pada cabang olimpik dan beberapa yang berprestasi di SEA Games, sekitar 45 hingga 50 cabang. Sementara sisanya bisa kita wadahi lewat event seperti ini," paparnya.

Ia menegaskan, tujuan utama dari konsep baru ini bukan hanya efisiensi, tetapi juga pemerataan kesempatan berkompetisi bagi atlet dari berbagai cabang.

Baca Juga: Terekam Momen Emosional Thom Haye Menangis, Warganet Terharu

"Kita ingin setiap cabor punya ruang bertanding, punya ajang pembinaan. Kalau makin banyak kompetisi, prestasi atlet juga akan meningkat," tutup Suwarno.

PON Bela Diri 2025 di Kudus mempertandingkan 10 cabang bela diri dari berbagai disiplin, termasuk judo, karate, taekwondo, pencak silat, sambo, hingga jiu-jitsu.

Event ini berlangsung hingga 26 Oktober 2025 di Djarum Arena, GOR Kaliputu, dan menjadi tonggak awal bagi format baru olahraga nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN).

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X