Ia menyebut PSSI seharusnya menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas kondisi yang terjadi di tubuh Timnas Indonesia.
Baca Juga: Prediksi Latvia Vs Inggris: Clean-Shell Tuchel Siap Amankan Kualifikasi Piala Dunia
Menurutnya, federasi mesti bersikap rasional dalam mengambil keputusan dan tidak boleh terpengaruh oleh ego atau tekanan dari pemain tertentu.
“PSSI harus rasional dalam mengambil keputusan. Jangan sampai ada pemain yang lebih kuat dari Timnas Indonesia,” ujar anggota DPR RI tersebut.
Andre menilai keputusan yang didasari tekanan pemain bisa menjadi preseden buruk bagi tim nasional.
Baca Juga: Kembalinya Air Jordan 17 Low dalam Warna Hitam dan Krom
Ia menegaskan bahwa seorang pemain, meskipun berbakat, tidak seharusnya memiliki pengaruh lebih besar dari pelatih atau federasi.
“Pemain itu harus menyesuaikan diri dengan pelatih, bukan pelatih yang menyesuaikan dengan pemain,” tegasnya.
Lebih lanjut, Andre mencontohkan sikap profesional dari pemain naturalisasi Jordi Amat yang disebut tetap rendah hati meski memiliki pengalaman bermain melawan bintang dunia seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Baca Juga: Ruben Amorim Hadapi Tekanan dari Mainoo dan Zirkzee
“Jordi Amat saja tidak seperti itu kelakuannya. Ia tetap menghormati pelatih,” katanya.
Andre menyimpulkan bahwa insiden di Qingdao menjadi titik awal munculnya gerakan untuk menggoyang posisi Shin Tae-yong dari kursi pelatih kepala.
“Itulah awal mula munculnya upaya mengganti STY,” ujar Andre menutup pernyataannya.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)