Beberapa pemain lahir dan besar di Indonesia seperti Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, dan Ricky Kambuaya, yang mewakili generasi muda sepak bola lokal.
Baca Juga: Terima Kasih Pejuang Bela Diri Kaltim!
Sementara itu, sejumlah pemain diaspora seperti Kevin Diks, Calvin Verdonk, Ragnar Oratmengoen, Justin Hubner, Emil Audero, dan Jay Idzes sendiri turut memperkuat tim.
Ada pula Maarten Paes, kiper naturalisasi yang bergabung bukan karena darah Indonesia, tetapi karena status keturunan blijvers, yakni warga Belanda yang tetap tinggal di Indonesia pasca-kemerdekaan.
Meski berbeda asal-usul, seluruh pemain tampil kompak dan menunjukkan dedikasi tinggi untuk Merah Putih.
Baca Juga: MotoGP Malaysia: Bagnaia Dihantam Masalah Teknis, Alex Marquez Raih Podium Utama di Sepang
Idzes menilai semangat Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya tercermin di lapangan, tetapi juga dari dukungan luar biasa para penggemar di seluruh dunia.
“Itu membuktikan bahwa kami kuat bersama. Saya pikir hal itu juga terlihat di lapangan ketika kami bermain,” kata Idzes.
“Dukungan dari seluruh penjuru dunia memperlihatkan bahwa semangat itu hidup, baik bagi pemain maupun suporter,” tambahnya.
Baca Juga: Gagal ke Piala Dunia, Ricky Kambuaya Fokus Bangkit Bersama Dewa United
Sejak debut bersama Timnas Indonesia pada 2024, pemain berusia 26 tahun ini telah mencatat 16 penampilan internasional.
Konsistensi dan kepemimpinannya membuat Idzes dipercaya mengenakan ban kapten di era pelatih Shin Tae-yong dan tetap diandalkan di masa Patrick Kluivert.
Kini, Idzes juga menjadi bagian penting dalam skuad Sassuolo di Liga Italia Serie A.
Baca Juga: Borneo FC Semakin Perkasa, Tumbangkan Arema FC di Depan Pendukungnya
Mantan pemain Venezia itu telah tampil dalam enam pertandingan musim ini dan terus menunjukkan performa stabil di lini pertahanan.