Souto kemudian menekankan bahwa nasib dalam dunia olahraga tidak pernah bisa ditebak.
Baca Juga: Duel Melawan Persis Solo Jadi Penampilan Bruno Moreira yang ke-100 Bersama Persebaya
Ia bahkan tak menampik kemungkinan dirinya suatu hari mengalami hal serupa.
“Saya yakin Patrick Kluivert sudah berusaha memberikan yang terbaik."
"Mungkin hasilnya belum sesuai harapan, tapi hal itu bisa juga terjadi pada saya di SEA Games nanti,” kata Hector.
Baca Juga: Momen Spesial PSM Makassar: Tanding Lawan Madura United di Hari Ulang Tahun dengan Pelatih Baru
Lebih jauh, ia menuturkan bahwa dalam sepak bola, perubahan pelatih tidak selalu menjamin hasil yang lebih baik.
“Mungkin mereka memecat saya, lalu Anda akan lihat, tidak ada perubahan besar."
"Setelah itu bisa saja pelatih lain lagi. Karena itu, kita harus saling menghormati,” ujarnya dengan nada tenang.
Baca Juga: Menang Tipis atas Bali United FC, Bojan Hodak Akui Kartu Merah Wasit Bawa Keberuntungan Bagi Persib
Hector Souto juga menegaskan komitmennya untuk tetap fokus membangun timnas futsal Indonesia agar lebih kompetitif di tingkat internasional.
Baginya, kerendahan hati dan profesionalisme menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan dalam tekanan pekerjaan sebagai pelatih.
Pernyataan tersebut menunjukkan sisi kedewasaan Hector Souto sebagai sosok yang memahami bahwa dalam dunia olahraga, kemenangan dan kekalahan adalah bagian dari perjalanan.
Baca Juga: Sabet 9 Medali Emas, Maluku Utara Juara Umum Kejurnas Tinju 2025
Ia menilai yang paling penting bukan sekadar hasil akhir, melainkan menjaga rasa hormat di antara para pelaku olahraga.