SportlinkNews - Usai menorehkan sejarah membawa Timnas Indonesia U-17 meraih kemenangan perdana di ajang Piala Dunia U-17 2025, masa depan pelatih Nova Arianto kini menjadi sorotan.
Meski belum ada keputusan resmi, peluang bagi Nova untuk naik level menangani Timnas U-20 disebut semakin terbuka lebar.
Dalam keterangannya, Nova mengaku masih menunggu keputusan resmi dari PSSI mengenai langkah selanjutnya setelah turnamen ini berakhir.
Baca Juga: Jerman Sapu Bersih Empat Gelar di Kejuaraan Dunia Bersepeda UCI Indoor 2025
Ia menegaskan, evaluasi terhadap kinerja tim di Piala Dunia U-17 akan menjadi bahan pertimbangan utama sebelum menentukan arah masa depannya.
"Kalau ke depan, saya masih belum tahu ya. Setelah ini pasti kita akan melakukan evaluasi dulu tentang apa yang sudah kita jalani di Piala Dunia," ujar Nova di Doha, Selasa, 11 November 2025 waktu setempat.
"Selanjutnya saya serahkan kepada PSSI. Kita lihat nanti situasinya seperti apa," tambahnya.
Baca Juga: Timnas Argentina Panggil Lisandro Martinez meski Masih Cedera, Ini Alasan di Baliknya
Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir sudah sempat memberi sinyal kuat soal rencana promosi bagi Nova.
Dalam pernyataannya pada Oktober lalu, Erick menilai mantan bek Timnas Indonesia itu sebagai salah satu pelatih lokal terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.
"Coach Nova adalah salah satu pelatih terbaik yang kita punya. Ia berhasil membawa Timnas U-17 lolos lebih cepat ke Piala Dunia, padahal blueprint-nya baru ditargetkan tahun 2031," kata Erick kala itu.
Baca Juga: Nicolo Bulega Jadi Kunci Bagi Pengembangan Motor Baru Ducati 2027
"Jadi wajar kalau kami menyiapkan Nova naik kelas ke U-20, tapi ini masih dalam pembahasan."
Apresiasi juga datang dari Kepala Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, yang menilai keberhasilan Nova bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga bagaimana ia menanamkan disiplin dan mental juang kepada para pemain muda.
"Pertama, saya ucapkan selamat kepada Coach Nova. Kita lihat semalam anak-anak berjuang mati-matian dan meraih kemenangan pertama lawan Honduras. Itu modal besar untuk membentuk mental dan semangat mereka," ujar Sumardji.
Baca Juga: Jorge Martin Bakal Turun Balap di Putaran Terakhir MotoGP 2025 di Valencia
Terkait evaluasi pasca-turnamen, Sumardji menegaskan bahwa proses itu merupakan bagian dari perbaikan berkelanjutan, bukan bentuk ketidakpuasan terhadap kinerja pelatih.
"Setiap selesai turnamen pasti ada evaluasi. Mana yang bagus harus diapresiasi, mana yang kurang diperbaiki. Coach Nova dan timnya sudah bekerja luar biasa. Layak kalau hasil kerja kerasnya mendapat apresiasi," tambahnya.