SportlinkNews - Uji coba pertama Timnas U-22 Indonesia kontra Mali di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu, 15 November 2025, menjadi alarm keras bagi persiapan Garuda Muda menuju SEA Games 2025.
Alih-alih menunjukkan progres, Indonesia justru tumbang 0-3 dalam permainan yang memperlihatkan banyak pekerjaan rumah bagi pelatih Indra Sjafri.
Laga ini merupakan bagian dari dua kali uji coba yang dirancang untuk mematangkan komposisi sebelum bertolak ke Thailand.
Namun performa Indonesia di pertandingan pertama justru menggambarkan bahwa masih ada jarak cukup besar antara harapan dan kenyataan di lapangan.
Baca Juga: Timnas Voli Putra Ditarget Raih Quatrick Emas di SEA Games 2025
Indonesia banyak melakukan kesalahan sendiri yang kemudian membuahkan malapetaka. Pertandingan baru berjalan lima menit, Indonesia sudah kebobolan lewat skema bola mati.
Sepak pojok Hamidou Makalu disambar dengan tandukan keras Seikou Doucoure yang tak mampu dihalau Cahya Supriadi.
Garuda Muda berusaha membalas, salah satunya lewat peluang Ananda Raehan pada menit ke-19, namun sundulannya masih mudah dibaca kiper Mali.
Kondisi makin sulit ketika satu kesalahan dalam transisi membuat Wilson Samake melakukan solo run dan melesakkan bola ke gawang dari sudut sempit pada menit ke-34. Indonesia pun tertinggal 0-2 hingga turun minum.
Baca Juga: Curacao dan Suriname Kejutkan CONCACAF, Satu Langkah Menuju Piala Dunia 2026
Pada babak kedua, Indonesia merubah permainan. Namun tekanan yang dilakukan tak berbuah gol, malah sebaliknya kebobolan lagi.
Di paruh kedua, Indra Sjafri melakukan pergantian dengan memasukkan Wigi Pratama di awal babak kedua untuk menambah agresivitas serangan.
Indonesia sempat menekan, termasuk peluang Dony Tri Pamungkas dan upaya Ivar Jenner pada menit 70, namun penyelesaian akhir tetap jadi masalah.
Sebaliknya, justru Mali lebih bermain efektif. Saat laga memasuki masa injury time, kesalahan Kadek Arel dimanfaatkan Moulaye Haidara untuk mencetak gol ketiga pada menit 90+1.
Baca Juga: Marc Marquez Muncul di MotoGP Valencia, Cedera Bahu Belum Pulih Total
Indonesia pun kembali tertinggal. Skor 0-3 ini bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Melihat permainan Timnas, terlihat bila oada seperempat akhir pertandingan, Indonesia justru lebih banyak tertekan. Serangan Mali dari sisi sayap beberapa kali membuat pertahanan Garuda Muda kewalahan.
Minimnya kreativitas di lini tengah, lambatnya recovery, hingga mudahnya kehilangan bola menjadi sorotan yang tak bisa diabaikan.
Beberapa pemain terlihat kehabisan tenaga sebelum laga usai. Ini menunjukkan bahwa persiapan fisik dan intensitas permainan masih belum berada pada level yang diinginkan.
Baca Juga: Lionel Scaloni Bantah Argentina Hanya Cari Cuan di Laga Kontra Angola
Kesalahan elementer, koordinasi antar lini, hingga lemahnya penyelesaian akhir, semua menjadi bahan evaluasi krusial.
Indonesia kembali akan melakoni uji coba kedua dengan Mali pada Selasa, 18 November 2025. Laga ini akan menjadi penentu arah persiapan Timnas U-22.