Kehadiran FIFA Series™️ membuka ruang baru karena Indonesia akan berhadapan dengan lawan dari berbagai benua, mulai dari Afrika (CAF), Eropa (UEFA), Amerika Selatan (CONMEBOL), Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF), hingga Oseania (OFC).
Pertemuan lintas benua ini memberi kesempatan bagi pemain dan tim pelatih untuk memahami lebih dalam ragam karakter permainan dunia.
Baca Juga: Laga Persija Vs PSIM: Momentum Spesial Rayakan HUT ke-97 Macan Kemayoran
Mulai dari kekuatan fisik tim Afrika, kedisiplinan taktik tim Eropa, kreativitas khas permainan Amerika Selatan, hingga kecepatan tim dari CONCACAF.
Pada edisi FIFA Series 2026™️, Indonesia akan menjadi tuan rumah bersama tujuh negara lainnya, yakni Australia, Azerbaijan, Kazakhstan, Mauritius, Puerto Rico, Rwanda, dan Uzbekistan.
Keterlibatan ini semakin menempatkan Indonesia pada peta sepak bola global sebagai negara yang dipercaya oleh FIFA untuk menyelenggarakan pertandingan resmi.
Baca Juga: Beckham Putra Menyesal Usai Kartu Merah di Laga Persib vs Dewa United
FIFA juga menegaskan bahwa format ini bukan hal baru, mengingat edisi perdana FIFA Series™️ 2024 telah berlangsung dengan sukses.
Kala itu, lima negara menjadi tuan rumah, yaitu Aljazair, Azerbaijan, Mesir, Arab Saudi, dan Sri Lanka.
Formatnya mempertemukan tim lintas benua dalam satu penyelenggaraan.
Baca Juga: Gol Jarak Jauh Rizky Ridho Masuk Daftar Puskas Award, Andritany Beri Dukungan
Salah satu contohnya, Aljazair (CAF) menjamu Bolivia (CONMEBOL), Andorra (UEFA), dan Afrika Selatan (CAF).
Pola serupa diterapkan di negara tuan rumah lainnya untuk memastikan terselenggaranya laga yang kompetitif dan berkualitas tinggi.
Dengan mandat yang diterima pada FIFA Series 2026™️, Indonesia berpeluang besar memperkaya pengalaman bertanding Timnas sekaligus memperkuat reputasinya sebagai negara yang siap mendukung pertumbuhan sepak bola internasional.