SportlinkNews - PSSI saat ini sedang melakukan proses pencarian calon pelatih Timnas Senior, dengan mekanisme yang melibatkan Badan Tim Nasional dan Direktur Teknis sebagai pihak yang menyeleksi kandidat.
Dalam waktu dekat, Kepala BTN Sumardji kembali akan melakukan wawancara dengan salah satu kandidat di Eropa.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum I PSSI, Zainuddin Amali kepada media saat menengok pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia U-22 di Stadion Madya, Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu, 26 November 2025.
Baca Juga: Persija Rilis Buku Koleksi Terbatas Memuat Perjalanan Macan Kemayoran di Fase-fase Penuh Dinamika
Menurut Amali, apa yang dilakukan BTN sudah sesuai ketentuan dalam statuta PSSI terkait dengan rekrutmen pelatih, dengan keputusan akhirnya rekomendasi itu akan dibawa dan di sahkan pada Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
"Kami menunggu hasil laporan dari Pak Mardji nanti setelah mewawancari. Bila ia menominasikannya, maka hasil interview itu kami minta dibawa ke Rapat Exco, sesuai dengan aturan statuta," tegasnya.
"Nanti, setelah diputuskan untuk pelatih senior, maka seluruh komposisi pelatih Tim Nasional Indonesia secara resmi juga akan dirilis. Itu bila berbicara mekanismenya, nanti pada prosesnya seperti apa kita lihat saja," tukas Amali.
Baca Juga: Persib vs Lion City Sailors: Tiga Gol Bersarang di Gawang Maung Bandung
Mantan Menpora periode 2019-2024 itu menjelaskan, pencarian pelatih bertujuan mendapatkan sosok yang mampu membawa tim meraih target-target strategis, baik di tingkat Asia Tenggara, Asia, maupun Piala Dunia.
"Apa pelatih yang kami (PSSI) maui? Ya, tentu yang bisa membawa kita ke target-target di regional, Asia, dan kemudian persiapan menuju Piala Dunia 2030, karena kepengurusan ini hanya sampai 2027," ungkap Amali.
Federasi menekankan keseimbangan antara kualitas pelatih dan kemampuan finansial, serta menjamin privasi para kandidat selama proses seleksi.
Baca Juga: Alami Kecelakaan Hebat, Pembalap Moto3 Ini Tulis Pesan Khusus di Media Sosial
Pengumuman resmi diperkirakan dilakukan secepatnya setelah proses wawancara selesai, kemungkinan pada Desember 2025 atau awal 2026.
Calon pelatih berasal dari berbagai negara, termasuk Belanda dan Inggris, dengan proses wawancara menyesuaikan kemampuan kandidat dan kebutuhan tim.
Amali menegaskan, fokus utama adalah target jelas dan kemampuan kandidat memenuhi standar yang diharapkan, tanpa terjebak pada proses voting atau pertimbangan subjektif lainnya.
Baca Juga: Laga Persis Solo vs Bali United Jadi Momen Istimewa, Eky Taufik Catat 100 Penampilan Bersama Laskar Sambernyawa
"Kemampuan kandidat tentu, tapi kita juga harus melihat kemampuan keuangan sendiri. Misalnya, kalau permintaannya terlalu mahal dan federasi enggak mampu, kan enggak boleh juga kita memaksakan," imbuhnya.
"Jadi, yang sesuai dengan kemampuan kita, tetapi kualitas juga kita minta. Dari mana orangnya? Ada Inggris, ada dari Spanyol, ada dari Belanda lagi, tapi ada juga dari Asia," tambah Amali.
Ia menegaskan hanya akan menyebutkan negara asalnya bukan nama perorangan. Hal itu, menurutnya dilakukan guna menjaga privasi sang kandidat.