Meski menyebut Indonesia unggul di atas kertas, ada sejumlah aspek dari Filipina yang perlu diwaspadai.
Baca Juga: Klasemen Liga Primer: Crystal Palace Masuk 4 Besar, Man United Bakal ke Mana?
Salah satunya adalah lini serang The Azkals muda yang dinilai sangat terorganisir.
“Tapi yang lebih rapi lagi adalah barisan penyerang mereka, gol Alex Monis itu bagus, juga ada gol yang memaksa pemain Myanmar bunuh diri,” ungkapnya.
Ia juga menilai sektor bertahan Filipina cukup solid, meski belum sepenuhnya teruji karena Myanmar tidak banyak mengancam di final third.
Baca Juga: Lando Norris Menangis Saat Juara Dunia F1 2025, Berbagi Ciuman Mesra dengan Kekasih
Dari sisi membangun serangan, anak asuh Garrath McPherson dinilai piawai dalam build up dan eksekusi set play.
“Sebenarnya gol ketiga dianulir, tapi dari sisi set play dan build up bagus sekali kalau misalnya tidak dianulir, memang ada posisi offside,” tambahnya.
Absennya Marselino Ferdinan tidak membuat Gita kehilangan optimisme.
Baca Juga: Inter Miami Jadi Raja MLS, Messi Sabet Gelar ke-48
Ia menilai kualitas Timnas U-22 Indonesia tetap terjaga berkat pemain yang mampu mengisi peran penting.
“Seharusnya tanpa Marselino pun kita bisa menggapai tiga angka, dengan adanya Ivar Jenner yang terbukti permainannya saat menjemput bola, saat maju ke depan membantu penyerangan di final third sangat baik sekali,” ujar Gita.
Di sisi sayap, ia memprediksi peran Dony Tri akan terlihat dominan dari sisi kiri.
“Winger kita juga akan bermain luar biasa dari kiri maupun kanan, Dony Tri apalagi dari kiri, Ivar Jenner pasti akan memberikan umpan-umpan terobosan yang mematikan,” ucapnya.