Hasil uji coba tersebut tidak terlalu dipermasalahkan saat itu, tetapi menjadi pertanyaan besar ketika performa buruk justru muncul pada turnamen utama.
Baca Juga: Ian Puleio Jawab Kritikan Suporter Arema FC dengan Gol Perdananya ke Gawang Malut United FC
Di sisi lain, para pemain U-22 datang ke turnamen dengan modal menit bermain yang cukup.
Kebijakan kompetisi domestik yang mewajibkan pemain U-23 tampil sebagai starter dinilai membantu, ditambah kesediaan klub-klub Super League melepas pemain mudanya untuk bergabung dalam persiapan tim nasional.
Dengan dukungan seperti ini, harapan terhadap performa Garuda Muda sebenarnya cukup tinggi.
Baca Juga: Gelandang PSIM Donny Warmerdam Mulai Kembali ke Lapangan Jalani Latihan Ringan
Namun apa yang terlihat di lapangan tidak sesuai harapan.
Persiapan panjang yang dilakukan PSSI seakan tidak mampu dijawab oleh performa para pemain.
Garuda Muda tampil tanpa kreativitas, kehilangan intensitas, dan kurang efisien dalam menyerang.
Baca Juga: Arne Slot Terkejut Moh Salah Bilang Begini Jelang Melawan Inter di Liga Champions
Kekalahan dari Filipina membuat peluang ke semifinal menjadi jauh lebih berat.
Posisi Timnas U-22 Indonesia di klasemen kini berada dalam keadaan sulit.
Kemenangan di laga berikutnya menghadapi Myanmar tidak otomatis menjamin tempat di semifinal.
Baca Juga: Inter Milan Vs Liverpool: Tidak Ada Kesempatan Moh Salah Bermain
Garuda Muda harus menunggu hasil dari grup lain, termasuk persaingan di Grup A dan Grup B.