Kiper Filipina, Nicholas Guimaraes, tampil sangat solid dalam mengantisipasi umpan silang dan bola-bola crossing yang dikirim dari sisi lapangan.
“Timing, reading the game-nya dan cara mereka menunggu masuk kotak penalti itu sangat-sangat menyulitkan,” lanjut Weshley.
Baca Juga: Malut United FC Tunjuk Putra Daerah Jadi Asisten Pelatih Dampingi Hendri Susilo
Masuknya Rahmat Arjuna sempat memberi angin segar lewat penetrasi individu, tetapi pola permainan monoton tak berubah hingga peluit akhir berbunyi.
"Apalagi di babak kedua crossing-crossing di mulut gawang sulit sekali kita menangkan dengan keunggulan postur tubuh mereka terutama rapinya organisasi, reading the game Filipina," imbuhnya.
Melihat minimnya kreativitas baru di lini tengah, Weshley menyimpulkan bahwa taktik yang dibawa ke SEA Games belum cukup untuk bersaing.
Baca Juga: Ian Puleio Jawab Kritikan Suporter Arema FC dengan Gol Perdananya ke Gawang Malut United FC
"Gaya permainan kita sudah sangat dibaca lawan. Kalau kita masih monoton gaya permainan menyerang, berat untuk melaju ke babak selanjutnya," pungkasnya.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)