timnas

Indra Sjafri Gagal Jawab Kepercayaan PSSI Usai Timnas U-22 Indonesia Tersingkir di SEA Games 2025

Sabtu, 13 Desember 2025 | 17:30 WIB
Indra Sjafri mengakui bertanggung jawab penuh atas kegagalan timnas U-22 Indonesia di SEA Games 2025. (ISTIMEWA)

Selain itu, PSSI juga memilih untuk melewatkan agenda FIFA Matchday pada November 2025 demi memusatkan perhatian pada persiapan timnas U-22.

Baca Juga: Menpora Erick Thohir Bangga dan Apresiasi Perjuangan Atlet Muda Berprestasi di SEA Games Thailand 2025

Keputusan tersebut membuat timnas senior kehilangan kesempatan menambah poin FIFA, sementara timnas U-22 sendiri gagal meraih kemenangan dalam dua laga uji coba melawan Mali.

Tak berhenti di situ, kompetisi Super League juga diliburkan selama hampir tiga pekan agar klub-klub bersedia melepas pemainnya ke timnas U-22.

Kebijakan ini menuai kritik karena dinilai merugikan jalannya kompetisi, sementara para pemain juga dianggap tidak mendapatkan manfaat maksimal dari sisi peningkatan kualitas permainan.

Baca Juga: Judo dan Renang Mendulang Medali Emas Terbanyak Hingga Hari ke-4 SEA Games Thailand 2025

PSSI bahkan memanggil tiga pemain yang berkarier di luar negeri untuk mengikuti SEA Games 2025, meski turnamen tersebut berada di luar kalender FIFA.

Ivar Jenner, Dion Markx, dan Mauro Zijlstra harus meninggalkan klub masing-masing demi memenuhi ambisi federasi meraih prestasi di Asia Tenggara.

Sayangnya, berbagai pengorbanan tersebut tidak sebanding dengan performa yang ditampilkan di lapangan.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Liga Serie A Pekan ke-15: AC Milan Ditantang Sassuolo, Jay Idzes Siap Berjibaku

Penampilan timnas U-22 Indonesia dinilai berada di bawah standar dan gagal menunjukkan dominasi yang diharapkan.

Kegagalan di SEA Games 2025 menambah catatan buruk Indra Sjafri sepanjang tahun 2025.

Sebelumnya, ia juga gagal membawa timnas U-20 Indonesia bersinar di Piala Asia U-20 2025.

Baca Juga: Alarm bagi Xabi Alonso, Real Madrid Kehilangan 11 Pemain Melawan Alaves

Bahkan, dalam turnamen tersebut, Indra disebut telah mengorbankan waktu perkembangan pemain selama hampir dua tahun dengan menggelar pemusatan latihan jangka panjang yang hasilnya tidak sepadan.

Halaman:

Tags

Terkini