SportlinkNews - Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) akhirnya mengambil keputusan besar menyusul kegagalan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025 Thailand.
Tanpa satu pun medali dan tersingkir sejak fase grup, hasil tersebut menjadi pemicu evaluasi menyeluruh yang berujung pada berakhirnya kerja sama PSSI dengan pelatih kepala Indra Sjafri.
Kiprah Garuda Muda di SEA Games edisi kali ini jauh dari ekspektasi. Datang dengan status juara bertahan usai merebut emas pada SEA Games 2023 Kamboja, Indonesia justru tampil di bawah performa terbaik dan gagal menembus babak semifinal.
Baca Juga: Manchester United dan adidas Rilis Koleksi Lunar New Year 2026
Capaian itu menjadi salah satu hasil terburuk Timnas U-22 dalam beberapa tahun terakhir.
PSSI, terutama Badan Tim Nasional (BTN) pun menyampaikan permohonan maaf kepada publik sepak bola Indonesia atas kegagalan Timnas U-22 di SEA Games 2025.
"Kami mohon maaf kepada masyarakat Indonesia karena gagal lolos ke semifinal tentu sangat mengecewakan. Ini menjadi pelajaran penting dan kami akan berusaha melakukan perbaikan ke depan," pungkas Ketua BTN, Sumardji.
Baca Juga: Rivalitas Liga Primer: Arsenal, Manchester City, dan Aston Villa Semakin Ketat, Siapa yang Bakal Unggul?
Ia, menyampaikan bahwa evaluasi dilakukan secara komprehensif bersama jajaran Exco dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Dari hasil pembahasan tersebut, federasi memutuskan untuk mengakhiri kontrak Indra Sjafri.
"Hasil SEA Games tentu tidak sesuai harapan. Setelah kami laporkan dan lakukan evaluasi bersama Exco serta Ketua Umum, PSSI sepakat mengambil langkah tegas," ujar Sumardji dalam keterangannya di Kantor I.League, Jakarta, Rabu, 16 Desember 2025.
"Keputusan pertama dari evaluasi tersebut adalah mengakhiri hubungan kerja antara PSSI dan Indra Sjafri," tambahnya.
Baca Juga: Ruben Amorim Tertipu, Keunggulan Manchester United Berakhir Imbang Ditahan Bournemouth
Sumardji menegaskan bahwa keputusan ini diambil secara profesional dan telah disepakati kedua belah pihak. PSSI, kata dia, tetap memenuhi hak dan kewajiban sesuai kontrak yang berlaku.
"Semua proses dilakukan dengan baik. Coach Indra sudah diajak berbicara dan menerima keputusan ini dengan lapang dada dan mulai hari ini, tidak ada lagi hubungan kerja dengan PSSI," tegasnya.
Tak hanya berhenti pada pergantian pelatih, kegagalan di SEA Games 2025 juga membawa konsekuensi lain. Sumardji secara resmi menyatakan mundur dari jabatan manajer Timnas Indonesia, termasuk di kelompok usia dan tim SEA Games.
Baca Juga: Putra Mahkota Arab Saudi Berencana Ambil Alih Barcelona, Tawarannya Menggiurkan
Sebagai sosok yang mendampingi Timnas U-22 sejak masa persiapan hingga turnamen berlangsung, Sumardji merasa perlu mengambil tanggung jawab moral atas hasil yang mengecewakan tersebut.
"Saya mendampingi langsung tim di SEA Games. Atas kegagalan ini, saya menyerahkan tugas dan tanggung jawab sebagai manajer timnas kepada Ketua Umum PSSI," ucapnya tegas.
Sumardji berharap PSSI dapat menunjuk sosok manajer yang dinilai paling tepat untuk membawa perubahan dan perbaikan ke depan.
Baca Juga: Rumor Khamzat Chimaev Geser Divisi, Nassourdine Imavov Tetap Bidik Sabuk
"Agar ke depan manajer timnas bisa diisi figur yang benar-benar ikhlas, tepat, dan penuh tanggung jawab," lanjut Sumardji.
Meski melepas peran manajer, Sumardji menegaskan tetap berada di struktur PSSI dan akan fokus menjalankan tugas sebagai Ketua BTN.
Menurutnya, tantangan ke depan jauh lebih berat, terutama dalam membenahi performa timnas senior dan kelompok umur.
"Tugas BTN ke depan sangat berat. Hampir semua level timnas membutuhkan fokus ekstra untuk mengembalikan performa dan kejayaan tim nasional," katanya.