“Terdapat kebutuhan kompetisi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan untuk tim nasional,” lanjut pernyataan tersebut.
Baca Juga: Kalah Telak dari Dewa United, Milomir Seslija akan Evaluasi Total Skuat Persis Solo
AFC juga menegaskan bahwa turnamen ini dirancang untuk memastikan setiap jeda internasional FIFA diisi dengan pertandingan yang relevan.
“Kompetisi ini bertujuan memastikan laga internasional secara reguler dan penuh makna pada jeda internasional FIFA,” tulis AFC.
Selain itu, AFC ingin menjaga keseimbangan kompetisi antartim nasional melalui sistem berbasis peringkat.
Baca Juga: Paul Munster Tidak Terpengaruh dengan Kekalahan Persib: Ini Pertandingan yang Berbeda
“Sekaligus menekankan keseimbangan kompetitif melalui pertandingan berdasarkan ranking, menekankan efisiensi dengan koordinasi tersentralisasi, dan menyediakan jalur berkembang bagi tim nasional,” tandas AFC.
Saat ini, AFC menaungi 47 asosiasi sepak bola nasional.
Jika merujuk pada format UEFA Nations League yang melibatkan 54 tim, kompetisi tersebut dibagi ke dalam beberapa kasta liga.
Baca Juga: Persib Tidak Mau Gegabah Menghadapi Bhayangkara Presisi di Laga Pekan ke-15 Super League
Liga A, B, dan C masing-masing diisi 16 tim, sementara sisanya tergabung di Liga D sebagai kasta terbawah.
Setiap liga terbagi dalam beberapa grup dan menerapkan sistem promosi serta degradasi.
Juara Nations League ditentukan melalui fase gugur yang mempertemukan para juara grup di kasta tertinggi.
Baca Juga: Kontingen Indonesia Runner-up SEA Games 2025, KONI Pusat Sebut Ini Buah Pembinaan
Seluruh pertandingan digelar saat jeda internasional FIFA, dengan durasi satu edisi kompetisi dapat berlangsung hingga dua tahun.