timnas

Bukan Beban, John Herdman Anggap Tekanan Fans Timnas Indonesia Sebagai Hadiah

Rabu, 14 Januari 2026 | 18:25 WIB
Euforia para pemain dan suporter Indonesia di laga melawan Arab Saudi, pada putaran empat Kualifikasi Piala Dunia 2026, di King Abdullah Sports City, Jeddah, 9 Oktober WIB. (PSSI)

SportlinkNews - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai besarnya tekanan dari suporter bukan sebagai beban, melainkan sebuah keistimewaan yang harus dimanfaatkan untuk mendorong performa tim. Menurutnya, tekanan publik justru menjadi bagian penting dari perjalanan sebuah tim nasional.

Herdman menilai tekanan besar dari publik dan suporter merupakan konsekuensi wajar bagi tim nasional yang membawa nama bangsa. Dalam pandangannya, situasi tersebut dapat menjadi beban jika disikapi keliru, namun juga bisa berubah menjadi kekuatan yang justru mengangkat performa skuadnya jika dimanfaatkan secara positif.

“Tekanan itu adalah privilese. Kami datang dari organisasi, tim besar, yang membawa nama negara. Itu bisa menjadi kutukan, tapi bisa juga jadi berkat justru buat kami,” kata Herdman.

Baca Juga: Corporate Box Jadi Alternatif Nonton Pertandingan Sepak Bola dengan Kenyamanan Maksimal

Sosok asal Inggris tersebut menegaskan, Timnas Indonesia memilih memandang tekanan sebagai peluang besar, bukan hambatan. Herdman ingin para pemain menikmati momen penting dalam perjalanan sepak bola nasional, khususnya dalam upaya menembus Piala Dunia.

“Kami akan memandang tekanan itu sebagai kesempatan besar. Saya ingin hidup untuk momen di mana negara ini lolos Piala Dunia,” ujarnya.

Selain itu, Herdman menyampaikan pesan utama kepada para pemain adalah menjadikan tekanan sebagai sumber motivasi. Dukungan besar dari suporter, menurutnya, bisa menjadi kekuatan tambahan di lapangan jika dikelola dengan tepat.

Baca Juga: Pemain Timnas Ramai-ramai Sambut Kehadiran Pelatih Baru John Herdman, Begini Kata Jay Idzes Cs

“Saya akan bilang ke pemain bahwa pressure itu justru adalah hadiah. Kami akan ambil energi dari para fans untuk lolos,” ujarnya.

Sebagai contoh Herdman menceritakan pengalamannya saat menangani Timnas Kanada, yang menunggu waktu sangat lama untuk kembali tampil di Piala Dunia. Proses panjang tersebut menjadi pembelajaran penting yang kini coba diterapkan bersama Timnas Indonesia.

“Saya pernah alami ini juga di Kanada, mereka menunggu 36 tahun untuk lolos. Itu tidak terjadi dalam satu malam, itu proses panjang,” tuturnya.

Baca Juga: Semen Padang FC Bakal Hadirkan Pemain Aisng Tambahan di Putaran Kedua Super League

Timnas Indonesia Herdman menilai sebenarnya sudah menempuh perjalanan yang signifikan dalam upaya menuju Piala Dunia. Menurutnya, fondasi yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir membuat target tersebut semakin realistis.

“Indonesia juga sudah mengambil langkah jauh sebelumnya, hanya butuh satu langkah lagi untuk lolos,” ungkap pria berusia 50 tahun tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini

Calvin Verdonk Tinggalkan Timnas Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:27 WIB