SportlinkNews - Uji coba internasional menjadi cermin penting bagi kesiapan Timnas Indonesia U-17 menuju persaingan level Asia.
Menurut Nova, dinamika pertandingan melawan China tidak hanya menguji kemampuan pemain di lapangan, tetapi juga memaksa tim pelatih melakukan penyesuaian cepat terhadap ritme dan tuntutan sepak bola internasional.
Ia menilai duel menghadapi China justru memberi keuntungan tersendiri.
Baca Juga: PSSI Kena Denda Komdis AFC, Catatan Serius dari Aspek Penyelenggaraan
Dari laga tersebut, staf pelatih dapat melihat secara nyata standar permainan yang harus dicapai Garuda Asia agar mampu bersaing dengan tim-tim Asia yang telah berpengalaman.
Nova menegaskan, perbedaan kualitas sangat terasa ketika tim naik level dari kompetisi domestik ke ajang internasional.
"Di dalam negeri, kesalahan kecil masih bisa tertutupi. Tapi di level Asia, satu kesalahan saja bisa berakibat fatal," ujarnya.
Baca Juga: Ubed Geser Alwi Jadi Juara Termuda BWF World Tour
Ia menambahkan, intensitas pertandingan internasional jauh lebih tinggi, dengan tekanan dan pressing yang menuntut pemain memiliki ketenangan serta ketangguhan mental.
Nova juga menekankan pentingnya jam terbang internasional sebagai bagian dari proses adaptasi pemain.
Menurutnya, uji coba yang berkesinambungan diperlukan untuk mengukur perkembangan tim secara utuh, termasuk bagaimana pemain merespons atmosfer pertandingan di level Asia.
Baca Juga: AC Milan Buka Peluang Lepas Pulisic, Tiga Klub Top Inggris Mengincar
Ia mencontohkan Timnas U-17 generasi sebelumnya yang menjalani hingga 17 laga uji coba internasional demi membangun kekompakan dan chemistry tim.
Dari sisi kualitas permainan, Nova mengakui Timnas U-17 saat ini masih memiliki jarak yang cukup jauh untuk bisa tampil kompetitif di level Asia.
Meski demikian, ia menilai waktu persiapan yang tersisa masih cukup untuk melakukan pembenahan signifikan.
Baca Juga: Pejabat FAM Bicara Bicara Sepak Bola Malaysia Diskor FIFA
Garuda Asia, kata Nova, masih memiliki rentang satu hingga dua bulan ke depan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh.
Ia berharap pelatih yang nantinya ditunjuk PSSI dapat memaksimalkan hasil dari rangkaian uji coba ini sebagai bahan evaluasi.
Timnas U-17 sendiri dijadwalkan kembali menghadapi China pada laga uji coba kedua, Rabu, 11 Februari 2026, di venue yang sama.
Baca Juga: Dilantik Jadi Ketum KONI NTT, Melki Laka Lena Targetkan 10 Besar di PON 2028
"Kami masih punya waktu untuk berbenah. Dari dua laga uji coba ini akan terlihat dengan jelas bagian mana saja yang harus diperbaiki," ucapnya.
Terkait kemungkinan penambahan pemain, termasuk opsi pemain diaspora, Nova menegaskan keputusan tersebut baru akan dipertimbangkan setelah evaluasi menyeluruh terhadap dua pertandingan uji coba internasional ini.
Seluruh pemain akan mendapat kesempatan bermain agar perkembangan masing-masing dapat dinilai secara objektif.
Baca Juga: Dani Carvajal Marah Tidak Mainkan Pelatih Arbeloa
"Nanti setelah dua laga ini baru kita lihat apa kebutuhan tim ke depan. Semua langkah yang diambil tentu demi membuat Timnas U-17 mampu bersaing di Piala Asia dan membuka jalan menuju Piala Dunia," tutup Nova.