SportlinkNews - Hasil akhir FIFA Series 2026 memang belum berpihak pada Timnas Indonesia. Namun di balik kegagalan meraih trofi, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, melihat fondasi positif yang mulai terbentuk dalam tubuh skuad Garuda.
Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas Bulgaria dengan skor tipis 0-1 pada partai final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin, 30 Maret 2026. Satu gol dari titik penalti menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat tersebut.
Alih-alih menyoroti hasil, Erick justru menekankan kualitas permainan yang ditunjukkan tim sepanjang turnamen.
Baca Juga: Laporan Ketertarikan Milan dan PSG terhadap Rashford Semakin Intensif
Ia menilai performa Indonesia sudah menunjukkan level yang kompetitif saat menghadapi lawan dengan pengalaman internasional yang kuat.
Menurutnya, pertandingan melawan Bulgaria menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan tim nasional. Apalagi, lawan yang dihadapi memiliki sejarah panjang di sepak bola Eropa dan dihuni pemain-pemain yang berkarier di level tinggi.
"Ini ujian yang bagus. Kita menghadapi tim dengan kualitas yang sudah teruji, dan dari situ kita bisa melihat perkembangan tim secara keseluruhan," ungkapnya kepada media usai pertandingan.
Baca Juga: PBSI Raih Penghargaan Badminton Asia 2026
FIFA Series 2026 juga menjadi panggung awal bagi pelatih baru John Herdman dalam membentuk karakter permainan Indonesia.
Dalam dua pertandingan, Garuda mencatat satu kemenangan dan satu kekalahan, hasil yang dinilainya cukup menjanjikan untuk tahap awal.
Erick menilai sentuhan Herdman mulai terlihat, terutama dalam organisasi permainan dan keberanian tim dalam membangun serangan. Ia menyebut transformasi yang diusung pelatih asal Inggris tersebut sudah mulai memberi dampak nyata.
Baca Juga: Satria Muda Lepas Juan ke RANS, Dapat Dua Pemain Muda
"Perubahan sudah terlihat. Cara bermain kita lebih terstruktur dan berani. Ini yang harus terus dijaga dan ditingkatkan," katanya.
Hasil turnamen ini dilihatnya mampu memberi harapan baru bagi arah pembangunan sepak bola nasional. Meski Erick menegaskan bahwa proses pembenahan tim tidak bisa instan.
Ia meminta semua pihak memberi waktu bagi pelatih dan pemain untuk terus berkembang untuk membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih kompetitif di kancah internasional.