timnas

Kurniawan Dwi Yulianto Tanggung Jawab Usai Timnas Indonesia U-17 Tersingkir

Senin, 20 April 2026 | 18:02 WIB
Skuad Timnas Indonesia U-17 usai bobol gawang Timor Leste. (PSSI)

SportlinkNews - Langkah Timnas Indonesia U-17 dalam Piala AFF U-17 2026 resmi terhenti setelah bermain di Stadion Gelora Delta. Skuad Garuda Muda gagal menembus fase gugur usai bermain tanpa gol melawan Vietnam, Minggu (19/4) malam WIB.

Kekecewaan mendalam menyelimuti seluruh elemen Timnas Indonesia U-17 menyusul hasil yang tidak sesuai dengan target awal tersebut. Hasil ini menjadi evaluasi besar bagi jajaran pelatih dalam menatap kompetisi internasional di level berikutnya.

Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto langsung mengambil posisi di barisan terdepan untuk menanggung beban kegagalan tim asuhannya. Sosok yang akrab disapa Kurus ini enggan memberikan pembelaan diri atas performa buruk yang ditampilkan.

Baca Juga: Playoff NBA 2026 Dimulai, Cavaliers hingga Lakers Rebutan Gim 1

Permohonan maaf secara resmi disampaikan Kurniawan kepada masyarakat luas yang telah memberikan dukungan penuh selama kompetisi. Ia menegaskan bahwa seluruh tanggung jawab teknis di lapangan berada sepenuhnya di bawah kendali dirinya.

"Kami hanya bisa draw dan gagal melaju ke semifinal. Secara pribadi, saya yang bertanggung jawab di tim ini, saya memohon maaf atas hasil yang tidak memuaskan," kata Kurniawan usai laga.

Meskipun merasa bersalah, Kurniawan tetap menaruh rasa hormat terhadap dedikasi yang ditunjukkan oleh anak asuhnya sepanjang laga. Ia menilai para pemain muda tersebut telah mencoba sekuat tenaga untuk mengikuti instruksi dari pinggir lapangan.

Baca Juga: Juventus 2-0 Bologna: Si Nyonya Tua Nyaman di Empat Besar

"Tapi, saya tetap harus apresiasi perjuangan para pemain. Mereka sudah berjuang dan menjalankan apa yang menjadi planning kami dalam bermain," ucapnya.

Laga krusial di Sidoarjo tersebut sebenarnya dimanfaatkan oleh staf pelatih untuk menguji ketahanan sektor pertahanan Timnas Indonesia U-17. Eksperimen ini dilakukan sebagai simulasi awal sebelum menghadapi lawan yang lebih berat di putaran final Piala Asia.

Pilihan taktik yang sangat defensif memang memicu perdebatan di kalangan suporter karena Indonesia sangat membutuhkan tiga poin. Namun, tim pelatih memiliki sudut pandang sendiri mengenai pengembangan fondasi bermain yang dianggap lebih mendesak.

Baca Juga: Man City 2 Arsenal 1: Gol Haaland Selamatkan Muka Donnarumma

"Sebenarnya apa yang kami lakukan malam ini salah satu persiapan ketika akan menghadapi Piala Asia, karena kami tahu kualitas peserta di Piala Asia tentunya sangat bagus," jelas pria yang akrab disapa Kurus ini.

Penerapan skema lima bek terbukti efektif mematikan kreativitas Vietnam, namun berdampak buruk pada ketajaman lini serang Timnas Indonesia U-17. Minimnya personil di area tengah membuat distribusi bola ke depan seringkali terputus di tengah jalan.

Halaman:

Tags

Terkini