Yunus Nusi Minta Suporter Tak Hina Pemain Timnas: Mereka Aset Masa Depan Indonesia

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Senin, 10 Agustus 2026 | 20:58 WIB
Jakarta jadi tuan rumah FIFA Series Justin Hubner yakin bisa menjadi platform bagi Indonesia untuk unjuk kualitas. (FIFA)
Jakarta jadi tuan rumah FIFA Series Justin Hubner yakin bisa menjadi platform bagi Indonesia untuk unjuk kualitas. (FIFA)

SportlinkNews - PSSI meminta suporter dan netizen tidak melampiaskan kekecewaan dengan menghina atau menyerang pemain Timnas Indonesia.

Sekjen PSSI Yunus Nusi menegaskan, para pemain tetap harus mendapatkan apresiasi karena telah berjuang membawa nama Indonesia.

Yunus memahami kegagalan yang dialami Timnas Indonesia di ASEAN Hyundai Cup 2026 tentu mengecewakan. Namun, hasil tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk memberikan tekanan berlebihan kepada pemain.

Baca Juga: 50 Tahun Jaya Raya, Penghargaan untuk Para Pendahulu hingga Generasi Juara

Menurutnya, perjalanan Timnas Indonesia masih panjang. Para pemain yang saat ini memperkuat skuad Garuda merupakan bagian dari aset sepak bola Indonesia yang diproyeksikan untuk menghadapi berbagai agenda besar pada masa mendatang.

"Kita berharap teman-teman suporter, netizen, untuk tidak mencela atau melakukan hal-hal yang negatif kepada pemain kita. Kita tahu mereka ini aset kita di masa yang akan datang," kata Yunus kepada media usai Rapat Koordinasi FIFA ASEAN Cup di Kemenpora, Senin, 10 Agustus.

Ia meminta publik melihat perjalanan tim secara objektif. Sebelum mengalami kegagalan, para pemain Timnas Indonesia juga telah memberikan sejumlah hasil positif ketika menghadapi lawan dengan peringkat lebih tinggi.

Baca Juga: LALIGA 2026/27 Punya Bola Baru, PUMA STELLAR NITRO Siap Temani Persaingan

Yunus mencontohkan kemenangan Indonesia atas Oman dan Mozambik serta hasil ketika menghadapi Bulgaria sebagai bagian dari perjalanan dan kontribusi pemain untuk sepak bola nasional.

"Anak-anak ini juga telah memberikan yang terbaik untuk sepak bola Indonesia. Ketika mereka menang dengan Oman, dengan Mozambik, juga sempat menahan Bulgaria walaupun kalah, itu bagian dari prestasi yang telah mereka sumbangkan ke sepak bola Indonesia," ungkapnya.

Menurut Yunus, hasil tersebut menunjukkan bahwa pemain memiliki kemampuan untuk bersaing dengan tim yang secara peringkat berada di atas Indonesia.

Baca Juga: LALIGA Buka Musim 2026/27, Bintang Piala Dunia Kembali Ramaikan Kompetisi

Karena itu, PSSI memilih tetap memberikan dukungan kepada pemain sambil melakukan evaluasi terhadap perjalanan tim.

"Kita tetap memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pemain. Di waktu bersamaan juga kami berharap teman-teman netizen, suporter, untuk tidak mencela atau memberikan kritikan yang pedas kepada pemain," tuturnya.

Jadi Sasaran

Salah satu pemain Timnas Indonesia yang mendapatkan tekanan negatif dari para suporter adalah Justin Hubner. Tidak hanya ia, keluarga Hubner juga disebut ikut menjadi sasaran serangan di media sosial.

Baca Juga: Susy Susanti Pimpin PB Jaya Raya, Targetkan Pembinaan Berkelanjutan dan Generasi Juara

Kondisi tersebut membuat PSSI prihatin. Yunus menilai Hubner merupakan pemain yang memiliki semangat besar ketika membela Indonesia.

"Justin ini, Indonesia banget bagi saya. Anak ini bandel-bandel tapi semangat Garudanya sangat tinggi. Begitu besarnya patriotismenya," tegasnya.

Ia mengingatkan publik untuk melihat perjuangan pemain ketika mengenakan seragam Timnas Indonesia. Menurutnya, karakter keras Hubner di lapangan justru menjadi bagian dari semangatnya dalam memperjuangkan tim.

Baca Juga: DPP PERBASI Panggil 4 Pemain Senior, Timnas Basket Indonesia Perkuat Persiapan Asian Games 2026

"Coba lihat kalau main, dia hajar sana hajar sini dengan kemampuan dia. Tetapi sangat kita sayangkan ada masih ada masyarakat kita yang mencela sampai anak istrinya juga di-bully seperti itu," ujarnya.

Yunus meminta kritik terhadap federasi tidak diarahkan kepada pemain maupun pelatih. Jika ada pihak yang ingin menyampaikan kekecewaan, ia mempersilakan kritik tersebut ditujukan kepada jajaran PSSI.

"Silakan ke saya, silakan ke Ketua Umum, bully-nya. Silakan kami dicaci maki. Saya, Ketua Umum, dan Exco, tapi jangan pemain, jangan pelatih," tukasnya.

Baca Juga: Timnas Indonesia Berpeluang Full Team di FIFA ASEAN Cup 2026, 14 Pemain Siap Kembali

Menurut Yunus, para pemain sudah memberikan tenaga dan kemampuan terbaik ketika membela Merah Putih. Karena itu, serangan yang menyasar kehidupan pribadi hingga keluarga dinilai sudah melewati batas.

"Kita hargai mereka. Mereka sudah berdarah-darah dengan penuh semangat memperjuangkan martabat bangsa kita melalui sepak bola. Tapi kasihan diberikan apresiasi negatif atau komentar yang sangat mengganggu keluarga mereka," tambahnya.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Prediksi Singapura vs Indonesia: Jangan Main-main

Jumat, 7 Agustus 2026 | 11:30 WIB
X