Kurangnya dukungan dari pemain lini kedua menjadi kendala utama saat tim berupaya melakukan transisi cepat ke area pertahanan lawan. Masalah organisasi serangan inilah yang kemudian membuat permainan tampak tidak memiliki arah yang jelas.
Baca Juga: Chelsea 0 Man Utd 1: Cunha Berikan Pukulan Telak
"Pekerjaan rumah kami adalah ketika mendapat bola, karena memang ketika kami bermain dengsn lima di belakang tentunya dukungan ke depan akan lebih sedikit. Jadi, yang harus kami lakukan adalah memaksimalkan counter attack," ungkapnya.
Gugurnya Timnas Indonesia U-17 dari Piala AFF U-17 2026 menjadi sinyal peringatan keras sebelum berangkat menuju panggung yang lebih prestisius. Pembenahan skema transisi harus segera diselesaikan agar momentum serangan tidak terbuang sia-sia di masa mendatang.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Garuda Muda Siap Terbang di Piala AFF U-17 2026
Timnas U-17 Buka AFF 2026 dengan Manis, Garuda Muda Pesta Gol ke Gawang Timor Leste
Menang Telak, Kurniawan Tetap Soroti Masalah Timnas Indonesia U-17
Lindungi Mental Pemain Muda, Kurniawan Dwi Yulianto Mohon Publik Tetap Dukung Timnas U-17
Ditahan Vietnam, Timnas U-17 Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026