SportlinkNews - PB Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) bergerak cepat merespons kegagalan tim nasional voli putra meraih medali emas pada SEA Games Thailand 2025.
Federasi memutuskan melakukan pergantian pelatih sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh, sekaligus membuka lembaran baru dengan membidik pelatih asal Brasil untuk menangani tim nasional ke depan.
Ketua Umum PBVSI Imam Sudjarwo menegaskan, keputusan mengganti pelatih bukan semata-mata karena hasil akhir, melainkan bagian dari upaya pembenahan jangka menengah dan panjang.
Baca Juga: Dari Papua Pegunungan ke SEA Games, Mikhayla Shanum Tandai Regenerasi Skateboard Indonesia
Meski demikian, ia mengakui para pemain telah menunjukkan performa maksimal sepanjang turnamen.
"Evaluasi tetap harus dilakukan. Mulai tahun ini pelatih timnas putra kami ganti. Pelatih yang menangani SEA Games kemarin sudah langsung kami hentikan," ujar Imam, Senin kemarin usai peluncuran Proliga 2026 di Jakarta.
PBVSI pun memastikan perubahan signifikan akan terlihat mulai 2026. Pelatih asal Brasil diproyeksikan memimpin tim nasional dengan pendekatan dan filosofi baru, terutama untuk menghadapi agenda besar seperti Asian Games 2026.
Baca Juga: Drama di Stadion Haji Agus Salim, Semen Padang FC Putuskan Rantai Kemenangan Persija
"Tahun depan kami sudah menggunakan pelatih baru dari Brasil. Untuk timnas 2026, kami ingin formula baru yang bisa memberi warna dan motivasi berbeda," kata Imam.
Pada SEA Games 2025, timnas voli putra Indonesia harus puas meraih medali perak setelah kalah dramatis 2-3 dari tuan rumah Thailand di partai final yang digelar di Indoor Stadium Hua Mak, Bangkok, 19 Desember lalu.
Kekalahan tersebut sekaligus menghentikan dominasi Indonesia yang sebelumnya mencatat tiga medali emas beruntun di ajang SEA Games.
Baca Juga: Kabar Buruk: Origi Akhirnya Memutus Kontraknya dengan AC Milan
Imam menilai laga final berlangsung sangat ketat dan mencerminkan kekuatan yang relatif berimbang antara kedua tim. Indonesia hanya terpaut tiga poin pada set penentuan.
"Permainannya luar biasa. Di set terakhir kita kalah tipis 12-15. Ini menunjukkan kedua tim sama-sama siap dan tampil maksimal. Pada akhirnya kita belum beruntung," ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa kekalahan dari Thailand bukan cerminan penurunan kualitas tim. Sepanjang beberapa tahun terakhir, Indonesia justru kerap unggul atas rival regional tersebut, termasuk di ajang SEA V League.
Baca Juga: Arne Slot Yakin Alexander Isak akan Kembali Bermain Musim Ini
"Kekuatan kita imbang. Thailand juga sebelumnya tidak pernah menang dari kita. Jadi ini bukan soal kualitas pemain, tapi momentum dan evaluasi ke depan," tambah Imam.
Selain sektor kepelatihan, PBVSI juga akan meninjau komposisi pemain timnas. Evaluasi dilakukan untuk menentukan atlet yang dipertahankan serta membuka peluang regenerasi demi menjaga daya saing di level Asia.
"Saya sangat berterima kasih kepada atlet. Mereka sudah berjuang luar biasa, bermain total, dan mendapat dukungan besar dari masyarakat. Saya menyaksikan langsung perjuangan mereka selama di Thailand," ujar Imam.
Baca Juga: Piala Afrika: Dicuekin Liverpool, Moh Salah Tentukan Kemenangan Mesir
Di sisi lain, PBVSI tetap mencatat sejumlah hasil positif di SEA Games 2025.
Tim voli putri berhasil memenuhi target dengan meraih medali perunggu, sementara voli pantai kembali mempertahankan tradisi emas dan menunjukkan dominasi di kawasan Asia Tenggara.
Dengan langkah evaluasi menyeluruh dan rencana mendatangkan pelatih Brasil, PBVSI berharap tim nasional voli Indonesia mampu bangkit lebih kuat dan tampil lebih kompetitif pada Asian Games 2026 serta agenda internasional berikutnya.