“Saya bertanya balik, ‘Kamu tidak mau lagi menjawab pertanyaan mereka?’ Khabib menjawab cepat, ‘Ya, Coach.’ Lalu saya katakan, ‘Mudah saja. Kamu tinggal kalah dalam pertarungan, maka tidak akan ada lagi yang bertanya’,” lanjut Mendez.
Baca Juga: Hong Kong Open 2025: Ciptakan All Chinese Finals, China Amankan Gelar Tunggal Putri
Jawaban lugas tersebut ternyata berhasil menyadarkan Khabib.
Sejak saat itu, ia tidak lagi mengeluhkan sesi wawancara, melainkan menjalaninya sebagai bagian dari perjalanan seorang petarung profesional.
Karier Khabib sendiri berlangsung gemilang meski tidak panjang.
Dijuluki “The Eagle”, ia memutuskan pensiun pada 2021 usai mengalahkan Justin Gaethje.
Baca Juga: Liga Putri Segera Digelar Lagi, Ferry Paulus Pastikan Bergulir 2026
Keputusan tersebut menutup catatan impresifnya dengan rekor tak terkalahkan, sekaligus meneguhkan posisinya sebagai salah satu ikon UFC.
Kini, warisan Khabib diteruskan oleh rekannya sesama murid Mendez, Islam Makhachev.
Petarung asal Dagestan itu berhasil merebut sabuk juara kelas ringan pada 2022 dan terus mempertahankan posisinya di puncak.
Baca Juga: Performa Konsisten, Sandy Walsh Dipercaya Buriram United untuk ACL Elite
Berbeda dengan Khabib yang memilih pensiun di usia 32 tahun, Makhachev masih berambisi menorehkan lebih banyak prestasi.
Ia bahkan berniat menantang juara di kelas lain.
Rencana terdekatnya adalah naik ke kelas welter dan dijadwalkan menghadapi penguasa divisi tersebut, Jack Della Maddalena, pada November mendatang.
Baca Juga: Marc Marquez Akui Ancaman Pembalap Italia di MotoGP San Marino 2025