Standar Internasional Jadi Tantangan Utama Pencak Silat

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Sabtu, 17 Januari 2026 | 16:04 WIB
Presiden AIMS, Stephan Fox dan Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (NOC Indonesia)
Presiden AIMS, Stephan Fox dan Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (NOC Indonesia)

SportlinkNews - Pencak silat tengah berada di persimpangan penting dalam perjalanan menuju pengakuan global. Cabang olahraga ini dinilai memiliki daya saing untuk masuk ke dalam ekosistem olahraga dunia, tetapi proses tersebut menuntut kesiapan organisasi dan kepatuhan terhadap standar internasional yang belum sepenuhnya tuntas.

Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), Stephan Fox, menyebut pencak silat tidak bisa lagi bergantung pada potensi semata. Ia menilai, tanpa percepatan pembenahan, peluang besar yang ada justru berisiko terlewat.

“Pencak silat memiliki potensi yang luar biasa, tetapi juga banyak PR besar yang harus segera diselesaikan. Waktu terus berjalan, dan akan sangat disayangkan jika peluang ini tidak dimanfaatkan secara maksimal,” kata Stephan Fox.

Baca Juga: Dari Detroit, Red Bull Buka Selubung Mobil Barunya untuk Musim Balap F1 2026

Menurut Fox, kekuatan pencak silat bukan hanya terletak pada sejarah dan nilai budayanya, tetapi juga pada daya tariknya sebagai olahraga kompetitif. Namun ia mengingatkan, kecintaan terhadap suatu cabang olahraga tidak otomatis menjadikannya siap bersaing di tingkat global.

“Saya adalah praktisi bela diri dan saya sangat mencintai pencak silat. Ini adalah warisan budaya yang luar biasa sekaligus olahraga kompetitif yang menarik. Tapi untuk melangkah ke level dunia, dibutuhkan tata kelola, standar internasional, dan konsistensi,” ucapnya.

Dalam kerangka pengakuan internasional, Fox menempatkan World Combat Games 2027 sebagai target krusial. Kehadiran pencak silat di ajang tersebut dinilai bukan sekadar partisipasi, melainkan penanda keseriusan dalam menempatkan diri sejajar dengan cabang bela diri dunia lainnya.

Baca Juga: Persik Kediri Gaet Chechu Meneses dari Malut United Jelang Super League Putaran Kedua

“Pencak silat sebagai seni bela diri harus sudah tampil di World Combat Games pada 2027. Itu adalah panggung penting bagi cabang-cabang bela diri dunia,” ujarnya.

Selain agenda kompetisi, Fox juga menyoroti aspek administratif dan regulasi yang menjadi syarat mutlak. Kepatuhan terhadap World Anti-Doping Agency (WADA), keaktifan sebagai anggota AIMS, hingga keterhubungan dengan federasi internasional lain disebut sebagai fondasi yang tidak bisa ditawar.

Pencak silat sendiri telah memiliki pengalaman tampil di sejumlah multi-event, seperti Islamic Solidarity Games dan Asian Youth Games. Meski demikian, capaian tersebut dinilai belum cukup untuk menjamin eksistensi jangka panjang di level global.

Baca Juga: Arema FC Tambah Tenaga Baru untuk Memperkuat Skuat Jelang Putaran Kedua Super League 2025/26

“Saya mengapresiasi pencak silat yang sudah tampil di Islamic Solidarity Games dan Asian Youth Games 2025. Tapi tantangannya adalah bagaimana menjadikan pencak silat konsisten hadir di level global,” ujarnya.

Dari dalam negeri, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menegaskan pembenahan pencak silat kini mendapat perhatian serius dari pemerintah. Arahan langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disebut menjadi dorongan kuat agar tata kelola cabang olahraga ini diperkuat.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: NOC Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X