"Anda masih bisa mendapat jam tangan setelah 35 tahun mengabdi. Tapi tidak akan lagi, karena dia akan memotongnya," katanya.
Baca Juga: Raih Gelar Juara Liga Primer, Liverpool Juga Juara di Media Sosial
Di sisi lain, mantan CEO Lewes FC, Maggie Murphy, menawarkan pendekatan berbeda untuk mengoptimalkan potensi klub, khususnya dari tim wanita.
Murphy menyarankan agar Manchester United mempertimbangkan menjual sebagian saham tim wanita, hingga 30 persen, kepada pihak lain.
Menurutnya, langkah ini bisa menghasilkan keuntungan signifikan dalam lima tahun ke depan.
Baca Juga: Kisah Cinta Abadi Italia dengan Sepak Bola: Ikon Budaya
Murphy menambahkan bahwa struktur penjualan saham ini bisa diatur sedemikian rupa agar klub memiliki hak pembelian kembali di masa depan.
Ia mencontohkan langkah serupa yang telah dilakukan Chelsea, di mana tim wanita dan pria dijalankan secara terpisah untuk memberikan fokus dan sumber daya yang adil bagi masing-masing tim.
Saat ini, tim wanita Manchester United menghasilkan pendapatan sekitar 7 juta poundsterling per tahun—angka yang setara dengan klub League Two.
Baca Juga: Sepatu Air Jordan Asli ‘Fire Red’ Milik Michael Jordan Kembali Setelah 12 Tahun
Murphy percaya bahwa pemisahan pengelolaan dapat meningkatkan performa dan visibilitas tim.
Bahkan, sebagai simbol keseriusan, ia menilai CEO klub seharusnya hadir langsung di final Piala FA Wanita, sesuatu yang gagal dilakukan oleh CEO saat ini, Omar Berrada.
Artikel Terkait
Inter Terima Pengakuan Lautaro Martinez dan incar Titik Lemah Barcelona
Al Ahli Memenangkan Piala Asia untuk Pertama Kalinya Bekuk Penakluk Ronaldo
Tolami Benson Memukau dengan Pakaian Serba Hitam
Terungkap Mengapa Atlet Wanita Dikecualikan dari Studi Ilmiah
Manny Pacquiao Kembali Lagi Ke Ring Bertarung Melawan Mario Barrios