Terungkap Mengapa Atlet Wanita Dikecualikan dari Studi Ilmiah

Suryansyah, Sportlink News
- Minggu, 4 Mei 2025 | 09:51 WIB
Perempuan hanya mencakup 35% dari partisipan dalam studi sains olahraga.  (polytechnique)
Perempuan hanya mencakup 35% dari partisipan dalam studi sains olahraga. (polytechnique)

SportlinkNews - Wanita masih kurang terwakili dalam studi performa olahraga. Mantan atlet wanita Juliana Antero telah lama terpengaruh oleh stres akibat siklus menstruasi yang tidak teratur.

Untuk membantu menyebarkan kesadaran dan memerangi ketidaksetaraan ini, ia telah meluncurkan program penelitian EMPOW’HER untuk mendukung semua atlet wanita1.

Mengapa wanita kurang terwakili dalam studi ilmiah tentang performa olahraga?

Perempuan hanya mencakup 35% dari partisipan dalam studi sains olahraga. Sebagian besar protokol medis, nutrisi, dan pelatihan yang diikuti oleh atlet perempuan dikembangkan untuk atlet pria.

Baca Juga: 4 Teknologi untuk Meningkatkan Performa Olahraga

Beberapa ilmuwan membenarkan ketidakhadiran ini dengan pengaruh siklus menstruasi terhadap hasil dan performa ilmiah perempuan.

Namun, justru itulah mengapa studi ini diperlukan! Jika kita ingin mengoptimalkan hasil olahraga perempuan, kita perlu mengetahui lebih banyak tentang dampak fisiologi perempuan terhadap performa mereka.

Apa tujuan proyek EMPOW’HER Anda?
Tujuan utama EMPOW’HER (Exploring Menstrual Periods Of Women athletes to Escalate Ranking) adalah untuk memaksimalkan performa atlet perempuan dengan mengoptimalkan respons latihan mereka melalui beban latihan yang disesuaikan, yang bersinergi dengan fisiologi dan siklus menstruasi mereka.

Baca Juga: Al Ahli Memenangkan Piala Asia untuk Pertama Kalinya Bekuk Penakluk Ronaldo

Sejak 2020, sekitar seratus atlet perempuan tingkat atas ikut serta dalam Olimpiade Musim Panas Tokyo, Olimpiade Musim Dingin Beijing, dan/atau yang sedang mempersiapkan diri untuk ikut serta dalam Olimpiade Paris.

Hampir selusin disiplin ilmu tercakup: mendayung, bersepeda, berenang, bermain ski, gulat, senam, dan triatlon.

Setiap hari selama enam bulan, para wanita ini mencatat data mereka pada sebuah aplikasi: kualitas tidur mereka, nyeri otot jika mereka merasakannya, nyeri yang terkait dengan menstruasi mereka, tingkat stres mereka, dll.

Baca Juga: Teknik Penting Mengatasi Kecemasan dalam Olahraga, Cocok Untuk Atlet Pemula

Dengan cara ini, kita dapat mengamati pengaruh fluktuasi hormonal pada kesejahteraan dan pelatihan para olahragawan wanita ini.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: polytechnique

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X