SportlinkNews - Gonjang-ganjing soal bursa pembalap F1 mulai bergema semakin kuat. Apalagi, dengan keluarnya pengumuman resmi Nico Hulkenberg.
Belum lama ini Nico Hulkenberg mengabarkan dirinya akan meninggalkan Haas usai musim balap 2024 dan akan bergabung dengan Sauber untuk menghadapi 2025.
Nama Carlos Sainz memang disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk bergabung ke Sauber yang pada 2026 akan menjadi bagian kuat dari Audi.
Baca Juga: Pasar Pembalap Formula 1: Dari Audi yang Agresif Hingga Mercedes yang Tetap Tenang
Kehadiran Audi di arena F1 memang menjadi momok yang cukup mengganggu kenyamanan tim balap yang selama ini menikmati gelar juara dunia.
Audi memang rookie di F1, tapi di arena motorsport lainnya, siapa yang tidak mengenal kiprah Audi?
Mulai dari lomba endurance seperti Le Mans 24H hingga terjun di ajang reli paling ganas di dunia, Reli Dakar, Audi menunjukkan prestasi gemilangnya.
Baca Juga: Godaan Audi Terlalu Bagus untuk Ditolak Hulkenberg
Jadi tidak heran jika langkah kongkret Audi menuju F1 banyak menggetarkan nyali pesaingnya. Sayangnya, Audi masih "buta" dengan dunia F1 yang penuh intrik.
CEO F1 Audi Andreas Seidl, tanpa ragu mengajak Nico Hulkenberg untuk bergabung ke timnya.
Alasannya, Nico Hulkenberg adalah pembalap Jerman yang cukup berpengalaman, bukan hanya di F1 tapi juga di balapan lainnya.
Baca Juga: Usai Menang di Reli Dakar, Audi Hadapi Sanksi Denda Rp12,7 Miliar
Jadi, sudah selayaknya mobil Jerman dikemudikan oleh pembalap Jerman berpengalaman. Tapi, bagaimanapun juga Audi memikirkan prestasi.
Hulkenberg bukannya tidak berprestasi namun masih ada pembalap yang dinilai layak, yaitu Carlos Sainz.
Artikel Terkait
Petisi 6 Hakim Presiden WBC untuk Duel Tyson Fury Vs Oleksandr Usyk Ditolak
Fans Terkoyak Saat Tyson Fury Memposting Klip Latihan
IBL Tokopedia All-Star 2024: Tim Future Kalahkan Tim Legacy, Lester jadi Bintang
BCL Asia 2024: Prawira Tumbang di Ronde 2, NS Matrix Deers Temani Pelita Jaya