Sportlinknews - La Liga telah memenangkan pertarungan hukum utama atas streaming pertandingan ilegal di Argentina.
Liga papan atas Spanyol tersebut telah bekerja sama dengan lembaga internasional untuk melawan pertumbuhan opsi ilegal untuk menonton pertandingan daring di Amerika Selatan.
Sebagai bagian dari putusan penting, pengadilan di Argentina telah mengambil langkah penting dengan memerintahkan Google untuk bertindak, menyusul permintaan dari La Liga.
Baca Juga: Al Nassr Berutang Budi kepada Cristiano Ronaldo: Sosok Pemimpin dan Inspirasi Kemenangan
La Liga secara konsisten menyatakan perlunya Google untuk campur tangan atas platform Magis TV dengan langkah-langkah segera yang sekarang diambil sesuai dengan pernyataan resmi.
Google telah diperintahkan untuk memblokir semua domain yang terkait dengan layanan ilegal tersebut, yang akan mencegah aplikasi dimuat ulang pada perangkat tertentu, dengan versi unduhan saat ini juga diblokir.
Hasil akhirnya muncul setelah penyelidikan panjang oleh otoritas Argentina dan La Liga telah meminta Google untuk berbuat lebih banyak untuk menghentikan pencurian konten dan streaming ilegal yang mereka klaim dapat dipotong hingga 80 persen dengan bantuan mereka dalam masalah ini.
Baca Juga: Ancelotti Tidak Peduli dengan Kerja Keras Mbappe dan Vinicius dalam Bertahan
Pengadilan Argentina menjatuhkan hukuman pemblokiran semua domain yang terkait dengan layanan televisi internet ilegal, Magis TV.
Selain itu, memerintahkan Google untuk mencegah aplikasi tersebut digunakan pada sistem operasi Android.
Keputusan ini dibuat dalam kerangka kerja kasus yang menyelidiki jaringan komersialisasi TV Box di Buenos Aires dan Misiones.
Baca Juga: Menang Banyak, DKI Jakarta Juara Umum Catur PON XXI Borong 8 Medali Emas
Perangkat ini digunakan secara ilegal untuk menyiarkan saluran operator TV kabel, pada kasus ini telah memiliki aplikasi Magis TV yang telah terinstal.
Hukuman oleh Hakim Esteban Rossignoli dikeluarkan setelah investigasi oleh Kantor Kejaksaan Kejahatan Dunia Maya dari Unit Kejahatan Dunia Maya Khusus (UFEIC) untuk mengakhiri jaringan pembajakan audiovisual terbesar di wilayah tersebut, serta menyita TV Box dengan aplikasi bajakan yang dijual melalui internet dan jejaring sosial.
Artikel Terkait
Aldriani Beatrichx Sugoro, Wanita Tangguh di Ring dan Pejuang Keluarga
Perolehan Medali PON XXI: Akhirnya, Hattrick Jawa Barat Terwujud
Perpaduan Unik Musik Etnik Batak-Melayu di Penutupan PON XXI Aceh-Sumut
PON XXI 2024, Kado Bangkitnya Aceh Pasca-20 Tahun Tsunami
Kontingen PON XXI Terkesan Toleransi dan Keramahan Masyarakat Aceh