Boehly akan tetap memegang kekuasaan tersebut bahkan ketika masa jabatannya sebagai ketua klub selama lima tahun berakhir pada akhir musim ini dan Clearlake mengambil alih posisi tersebut.
Kedua belah pihak telah berdiskusi mengenai pengambilalihan saham satu sama lain selama dua tahun dan dikabarkan tetap menjaga hubungan profesional.
Namun, penyelidikan AS terhadap Walter—di mana ia membantah melakukan segala bentuk pelanggaran—telah mempercepat situasi menuju titik krusial. Kepergiannya dari Chelsea, yang kemungkinan besar akan terjadi, dengan sendirinya akan memicu perombakan besar.
Baca Juga: Liverpool Kembali Bermitra dengan Google Pixel dan Google Gemini untuk Liga Primer 2026/27
Berakhirnya masa jabatan Boehly sebagai ketua yang sudah di depan mata juga menciptakan momentum yang tepat untuk melakukan perubahan.
Meski demikian, kesepakatan akan sulit dicapai karena kedua belah pihak berselisih paham mengenai nilai saham saat ini di BlueCo, perusahaan induk yang memiliki Chelsea dan klub afiliasinya, Strasbourg.
Selain biaya sebesar £2,5 miliar untuk mengambil alih kepemilikan dari Roman Abramovich pada tahun 2022, BlueCo berkomitmen untuk menginvestasikan dana tambahan sebesar £1,75 miliar bagi tim, infrastruktur, dan tim sepak bola wanita.
Baca Juga: Evolusi dan Dampak Sport Science pada Performa Atletik
Baik kelompok Boehly maupun Clearlake tampaknya enggan mengucurkan dana lebih lanjut untuk proyek-proyek besar—seperti pembangunan stadion baru—sebelum mereka memiliki kendali penuh atas penggunaan dana tersebut.
Jadi, sementara manajer Xabi Alonso memimpin era baru di lapangan musim ini, Chelsea justru menghadapi situasi penuh intrik di luar lapangan selama beberapa bulan ke depan.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)