SportlinkNews - Prestasi ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang dinilai tidak berkembang membuat banyak kritikan yang menuntut mereka untuk dipecah.
Namun, hal itu dinilai Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho tidak semudah itu. Mengingat Fajar-Rian kini memiliki rangking dunia yang tinggi.
"Tidak semudah itu untuk memecah. Harus perhitungan sekali, karena Fajar/Rian ini rangking empat dunia, kalau mereka tidak turun 2-3 turnamen saja sudah turun poinnya dan itu mempengaruhi peringkat dunianya," katanya.
Baca Juga: Herry IP Absen di All England 2025, Ganda Putra Malaysia Tetap Optimistis Raih Gelar
Tuntutan untuk memecah Fajar/Rian datang dari pecinta bulutangkis Indonesia yang menilai sebagai mereka belum menemukan kejuaraan yang dinilai menjadi peak performanya.
Ini berkaca dari performa mereka tahun lalu. Di mana juara All England dua kali itu hanya meraih dua gelar di All England (Super 1000) dan Kumamoto Masters Japan (Super 500).
Mereka juga tidak mengawali musim ini dengan hasil yang 'wah'.
Dari dua turnamen wajib (mandatory tournament), Fajar/Rian di Malaysia Open 2025 (Super 1000) kandas di babak pertama dan India Open 2025 (Super 750) hanya mencapai 16 Besar.
Baca Juga: FC Twente Tersingkir dari Liga Europa, Asisten Pelatih Timnas Indonesia Kritik Strategi Tim
Di turnamen level Super 500 Indonesia Masters 2025 mereka bahkan tidak bisa keluar sebagai juara.
Mereka hanya finis sebagai runner up setelah kalah dengan pasangan muda Malaysia, Man Wei Chong-Tee Kai Wun di final.
Memang Binpres, menurut Antonius, memberikan keleluasaan pelatih di tahun ini untuk melakukan bongkar pasang, namun jika Fajar/Rian di pisah menurutnya akan sangat riskan.
Tapi, yang bisa dilakukannya adalah mencoba untuk tetap mempertahankan peringkat Fajar/Rian tetap di lima besar dunia.
Baca Juga: PSSI Fokus Naturalisasi Emil Audero, sementara Kiper Indonesia Cyrus Margono Berkiprah di Eropa
"Memang Binpres memberikan keluasaan, tapi saya lihat juga rangking empat dunia itu enggak main-main. Kalau mau ganti, harus rangking lebih baik, tidak gampang, karena risiko," imbuhnya.
"Karena memang persainagn di ganda putra itu ketat sekali. Dari 32 besar sangat merata kualitasnya, mau dikata unggulan 1-4 atau peringkat dunia 1-4, kalau tidak siap ya bisa kalah," tambahnya.
Antonius melihat jika Fajar/Rian kedepannya masih bisa bersaing, karena mereka sudah bisa meraih gelar juara di turnamen Super 1000, maka dinilai sudah teruji di lapangan.
Baca Juga: Bertanding di Kandang, Persita Siap Tunjukkan Kemampuan Terbaiknya Hadapi Borneo FC
"Mereka bisa kalau disiplin dan ada kemauan. Tinggal menunggu momen saja sebenarnya Fajar/Rian itu, karena kami menilai mereka sudah bisa bersaing di level atas," tukasnya.
Antonius mentargetkan mereka untuk bisa kembali meraih gelar di All England 2025 (11-16 Maret) nanti.
Dirinya percaya bahwa Fajar/Rian pasti juga memiliki tekad yang kuat untuk mencatatkan hattrick pada turnamen yang berlangsung di Birmingham itu.
Artikel Terkait
Fajar/Rian Naik ke Peringkat 4 Dunia, Ganda Putra Indonesia Berjaya
Hasil BWF World Tour Finals 2024: Ganda Putra Fajar/Rian Gagal Lolos ke Final
Malaysia Open 2025: Bermain Tiga Gim Fajar/Rian Takluk oleh Ganda Tuan Rumah
Indonesia Masters 2025: Jonatan Christie dan Fajar/Rian Lolos ke Babak Final
Pekerjaan Rumah Fajar/Rian, Fokus Peningkatan Fisik