SportlinkNews - Mantan pemain spesialis ganda, Hendra Setiawan kini resmi menjalani debut sebagai pelatih di turnamen All England 2025.
Dia memulai babak baru dalam karir bulutangkisnya sebagai pelatih dari pasangan Sabar Karyaman Gutama/Reza Pahlevi Isfahani.
Keputusan tersebut diambilnya, setelah Sabar/Reza meminta langsung kepadanya untuk menjadi pelatih mereka.
Tanpa ragu, peraih emas Olimpiade 2008 itu menerima tawaran tersebut karena memahami tantangan yang dihadapi para pemain profesional.
Baca Juga: Kapan Liverpool Bisa Memenangkan Gelar Liga Primer Inggris?
"Saat Sabar/Reza meminta saya untuk menjadi pelatih, saya pasti mau bantu. Saya tahu bagaimana sulitnya jadi pemain profesional," ujar Hendra di kutip dari PBSI.
Persiapan menuju turnamen pun sudah dilakukan sejak tiga minggu sebelum keberangkatan ke Eropa.
Hendra memastikan bahwa pasangan ganda putra ini telah menjalani latihan yang optimal dan siap tampil maksimal di dua turnamen Eropa mendatang.
"Persiapan sudah oke semua. Harapan saya mereka bisa bermain maksimal di dua turnamen ini," tambahnya.
Baca Juga: 3 Pemain Naturalisasi Resmi WNI, Timnas Indonesia Makin Kuat di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Tidak banyak hal yang diubah oleh Hendra, mengingat Sabar/Reza sudah pemain senior dan berpengalaman. Namun, dia lebih fokus pada efektivitas dalam menjalankan program yang diberikan.
"Tidak banyak yang berubah. Saya hanya meminta sedikit program tapi harus dilakukan dengan maksimal," ungkapnya.
Lebih dari sekadar teknis, Hendra juga menyoroti aspek mental. Dengan posisi Sabar/Reza yang kini berada di peringkat delapan dunia, ia berharap mereka memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dan tidak menjadikan ranking sebagai beban.
Baca Juga: Leg Dua Liga Champions Barcelona vs Benfica, Hansi Flick Ogah Remehkan Lawan
"Yang terpenting adalah mindset. Sekarang mereka sudah ranking delapan, harus lebih percaya diri. Jangan jadikan itu beban," pesannya.
Meski sebelumnya sempat mendampingi pemain muda di beberapa turnamen, Hendra mengakui bahwa perannya kali ini berbeda.
Ini jadi momen pertamanya sebagai pelatih resmi, dan ia menyadari bahwa tugas ini tidak mudah.
"Pasti tidak akan mudah, tetapi ini juga bagian dari proses saya untuk mencari pengalaman. Dulu sempat beberapa kali mendampingi pemain, tapi sekarang benar-benar sebagai pelatih," katanya.
Baca Juga: Fede Valverde Catatkan 200 Pertandingan LaLiga untuk Real Madrid, Ancelotti Kehabisan Kata-kata
Sebagai pelatih tentu akan sangat mempengaruhi permainan pemainnya. Karena itu Hendra mengaku bahwa dirinya harus tetap tenang dalam menghadapi situasi di lapangan.
"Dari saya sendiri harus lebih tenang. Karena kalau saya panik, pemain bisa ikut panik," tutupnya.
Debut Hendra sebagai pelatih di All England 2025 tentu menjadi sorotan, dan publik Indonesia berharap kehadirannya bisa membawa Sabar/Reza meraih hasil terbaik.
Sabar/Reza sendiri menjadi salah satu dari pemain non unggulan yang bisa mencapai prestasi tertinggi di turnamen BWF World Tour 1000 tersebut.
Mereka pernah menjadi juara All England pada 2022 lalu saat menempati rangking 28 dunia. Kini Sabar/Reza telah masuk di jajaran Top 8 dunia dalam rangking BWF terbaru.
Artikel Terkait
Tim Bulutangkis Indonesia Bertolak ke All England 2025: Fajar/Rian hingga Putri KW Siap Berlaga
Tim Bulu Tangkis Indonesia Bertolak ke Inggris, Siap Pertahankan Gelar di All England 2025
Jonatan Christie Fokus Pertahankan Gelar di All England 2025, Siap Hadapi Persaingan Ketat
Tim Bulutangkis Indonesia Tiba di Birmingham, Langsung Geber Latihan untuk All England 2025
Didampingi Legenda, Sabar/Reza Tak Sabar Jalani Debut All England