SportlinkNews - Gregoria Mariksa Tunjung menyelamatkan muka sektor tunggal Indonesia, setelah berhasil melaju ke perempat final All England 2025.
Kemenangannya atas wakil Korea Selatan, Sim Yu Jin 21-18, 21-19 membuatnya jadi satu-satunya wakil Merah Putih yang tersisa bukan hanya di tunggal putri saja, tetapi sektor tunggal secara keseluruhan.
Wakil Indonesia lainnya, seperti Jonatan Christie dan Putri Kusuma Wardani telah berguguran di babak kedua, Kamis, 13 Maret 2025, waktu setempat, di Utilita Arena, Birmingham.
Baca Juga: Pengakuan Ancelotti Saat Adu Penalti Real Madrid vs Atletico: Saya Melihat Endrick Tapi Saya Malah Memilih Rudiger
Gregoria menampilkan penampilan solid selama 35 menit pertandingan berlangsung.
Sempat mendapatkan perlawanan di gim pertama, pemain peringkat lima dunia itu pada akhirnya mampu mengambil alih permainan dan mengamankan kemenangan.
Pada gim kedua, sempat unggul di awal, Gregoria malah justru terkejar. Dia kewalahan menghadapi kebangkitan Sim Yu Jin yang perlahan mulai mengejar.
Beruntung , Gregoria fokus dan tidak mengendorkan serangannya di poin-poin krusial, sebelum akhirnya memastikan keunggulan dalam dua gim langsung.
Baca Juga: Final El Clasico di Liga Champions 2025 Makin Dekat, Ini Skenario Pertemuan Barcelona Vs Real Madrid
"Saya bersyukur bisa menang. Saya sudah mengantisipasi permainan Sim Yu Jin yang sedang bagus sejak tahun kemarin, makanya saya jaga terus," ucap peraih medali perunggu Olimpiade Paris tersebut.
"Di gim pertama sempat ketat, tapi saya bisa unggul. Di gim kedua, sebaliknya, saya sempat unggul tetapi dia bisa mengejar," tambah Gregoria.
"Beruntung di poin akhir saya bisa tenang dan keluar dari tekanan. Itu pertandingan yang cukup menegangkan," tegasnya usai pemberkatan.
Dibandingkan babak sebelumnya, Gregoria mengaku kali ini tampil lebih baik.
Sehingga, dia merasa lebih ringan dalam pergerakan hingga lebih leluasa untuk mengejar bola dan menghadapi kecepatan lawan.
"Lebih ringan dalam pergerakan sehingga lebih leluasa dalam mengejar bola dan menghadapi kecepatan lawan. Kepercayaan diri ini akan menjadi modal penting buat saya menghadapi perempat final," imbuhnya.
Pada perempat final nanti, Jumat, 14 Maret 2025, Gregoria akan bertemu dengan unggulan keempat asal Cina, Han Yue.
Baca Juga: Nike Hadirkan Dua Warna Baru untuk Total 90 III SP, Perpaduan Gaya dan Nostalgia
Laga ini diperkirakan akan sengit, selain karena rangking FIFA yang berdekatan, keduanya, sama-sama sudah pernah saling mengalahkan dalam delapan pertemuan mereka.
"Saya berharap besok bisa main lebih lepas di perempat final. Motivasi menangnya berkali-kali lipat karena saya punya target melebihi hasil tahun lalu," tambahnya.
All England selalu menjadi turnamen spesial bagi Gregoria. Ia mengungkapkan kebanggaannya bisa tampil di ajang tertua dan bergengsi di dunia bulu tangkis ini, apalagi dengan dukungan besar dari masyarakat Indonesia yang hadir langsung di Birmingham.
Baca Juga: Hummel dan Federasi Sepak Bola Denmark Hidupkan Kembali Jersey Ikonik Euro 1988
"Selalu senang main di All England. Dari kecil saya sudah tahu ini turnamen besar, tertua di dunia," tutup Gregoria.
Dukungan dari masyarakat Indonesia yang sangat besar di Birmingham, sehingga meski jauh dari tanah air, Gregoria menilai dukungan itu sangat membantu dia untuk tampil lebih baik.
Sudah sangat lama tunggal putri Indonesia tidak lagi menjuarai turnamen BWF World Tour 1000 ini. Terakhir pada All England 1994, lewat Susi Susanti.
Susi berhasil menjuarai All England empat kali, yaitu pada tahun 1990, 1991, 1993, dan 1994.
Artikel Terkait
All England 2025: Lima Wakil Indonesia Melaju ke Babak Kedua, Fikri/Daniel Tumbangkan Unggulan Pertama
All England 2025: Jonatan Christie Jadi Satu-Satunya Wakil Tunggal Putra Indonesia di Babak Kedua
Kejutan Sabar/Reza dan Kemenangan Fajar/Rian, 10 Wakil Indonesia Tembus Babak Kedua All England 2025
Sukses Revans Atas Wakil Denmark, Rehan/Gloria Tembus Perempat Final All England 2025
Gelar Tunggal Putra All England 2025 Melayang dari Tangan Indonesia