BWF Akui Kesalahan Wasit Victor Wong yang Rugikan Indonesia, Kasus Dibawa ke Panel Perwasitan

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 9 Mei 2025 | 21:32 WIB
Logo Federasi Bulutangkis Dunia (BWF)
Logo Federasi Bulutangkis Dunia (BWF)

SportlinkNews - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengakui adanya kesalahan yang dilakukan wasit asal Hong Kong, Victor Wong dalam mengambil keputusan pada saat poin krusial di laga ganda campuran penyisihan Grup D melawan Denmark, di Piala Sudirman 2025.

Dalam pertandingan tersebut, pasangan Indonesia Rinov Rivaldy/Gloria Emanuelle Widjaja menghadapi Jesper Toft/Amalie Magelund dari Denmark. 

Pada skor 21-22 di gim pertama, wasit menyatakan shuttlecock menyentuh raket Rinov sebelum jatuh keluar lapangan.

Baca Juga: Hasil Liga 1: Penuh Drama, Persib Tahan Barito Putera 1-1

Keputusan itu menyebabkan Indonesia kehilangan gim pembuka, yang kemudian berdampak besar pada hasil akhir laga. 

BWF pun telah memberitahukan kepada PBSI bahwa berdasarkan tayangan ulang gerak lambat, keputusan itu terbukti keliru.

Dari hasil investigasi, BWF mengatakan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh wasit BWF itu bukanlah kesengajaan. Keputusan yang diambil dengan niat baik dan tanpa unsur kesengajaan.

Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026: Jepang Mainkan Pemain Muda, Indonesia Diuntungkan, China Terjepit

"Meski dilakukan dengan niat jujur, kasus ini tetap kami menanggapi serius. Karena hal ini dinilai terkait dengan kualitas dan kinerja wasit yang akan mempengaruhi integritas seluruh ofisial teknis di lapangan," tulis BWF dalam rilis PBSI.

"Sebab itu, kasus ini tetap akan diteruskan ke panel perwasitan untuk kemudian ditinjau, dan lalu diputuskan bagaimana langkah selanjutnya dalam penanganan kualitas dan akurasi keputusan teknis pertandingan."

Bagi PBSI, hasil ini bukan sekadar pembelaan atas insiden tunggal, tetapi menjadi juga bagian penting dalam upaya menjaga integritas pertandingan dan perlindungan terhadap atlet.

"Kami akan terus mengawal proses ini hingga tuntas. Harapan kami, ini bisa jadi peringatan agar ke depan tidak ada lagi keputusan yang merugikan tim manapun akibat kesalahan penilaian," tegas Kabid Humas PP PBSI Yuni Kartika.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X