SportlinkNews - Kepercayaan diri Alwi Farhan tengah berada di titik tertinggi.
Gelar Australian Open 2026 menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Alwi Farhan di level elite. Kini, pemain berusia 21 tahun itu memburu trofi BWF World Tour Super 750 pertamanya saat tampil di Japan Open 2026.
Turnamen yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang, pada 14-19 Juli mendatang menjadi kesempatan bagi Alwi untuk membuktikan bahwa keberhasilannya di level Super 500 bukan sekadar kejutan.
Baca Juga: Lionel Messi Minta Polemik Kemenangan Argentina Kontra Mesir Dihentikan
Meski datang dengan modal gelar juara, persiapan Alwi tidak sepenuhnya berjalan mulus.
Jadwal padat selepas tampil di Australia membuat kondisi fisiknya sempat menurun. Namun, ia memastikan proses pemulihannya berjalan sesuai rencana dan siap kembali bertanding.
"Alhamdulillah persiapannya cukup baik. Memang setelah dari Australia sempat sakit, mungkin karena kecapekan juga. Masih ada fatigue di beberapa bagian, tapi progresnya cukup baik dan saya rasa saya siap menghadapi Japan Open dan China Open," ujar Alwi, Rabu, 8 Juli 2026.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Dibayangi Kontroversi Wasit, Konsistensi VAR Dipertanyakan
Tantangan berat langsung menanti pada pertandingan pembuka. Alwi akan berhadapan dengan wakil tuan rumah, Kenta Nishimoto, pemain yang sejauh ini selalu mampu menghentikan langkahnya dalam dua pertemuan sebelumnya.
Namun, Alwi menilai dirinya kini bukan lagi pemain yang sama seperti saat dua kekalahan itu terjadi. Pengalaman bertanding di level atas membuatnya merasa lebih siap menghadapi tekanan maupun kualitas permainan lawan.
"Dia pemain senior dan kami sudah beberapa kali bertemu, tapi itu terjadi tahun lalu. Saya rasa Alwi sekarang berbeda dibandingkan tahun lalu. Saya akan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan memberikan performa terbaik," tuturnya.
Baca Juga: Stefano Lilipaly Pamit dari Dewa United Banten FC, Digoda Nadeo dan Diego Michiels untuk Balik ke Borneo FC
Perubahan terbesar yang ia rasakan bukan hanya dari sisi teknik, tetapi juga cara menghadapi pertandingan.
Alwi mengaku semakin matang dalam membaca permainan, mengelola emosi, serta menjaga ketenangan saat menghadapi lawan-lawan papan atas.
"Saya sudah mulai merasakan banyak pengalaman, banyak musuh-musuh yang berbeda juga. Mungkin dari segi experience, segi ketenangan, dan juga mentalitas pertandingan memang saya merasa cukup berprogres positif," ungkapnya.
Baca Juga: Igor Tolic Geser Jadwal Latihan Perdana Persib Demi Adaptasi Pemain Baru
Perkembangan itu membuat Alwi kini memiliki pendekatan berbeda ketika berhadapan dengan pemain-pemain elite dunia.
Ia menegaskan rasa hormat kepada lawan tetap penting, tetapi tidak boleh membuatnya kehilangan keyakinan untuk menang.
"Bukan berarti nggak respek, cuma jangan terlalu menghargai lawan sedemikian rupa karena saya harus menempatkan diri saya bahwa saya bisa melawan mereka juga. Jadi pastinya menghargai, tapi saya punya keinginan untuk menang juga," ujarnya.
Baca Juga: Persib Rekrut Dua Pelatih Kroasia untuk Menghadapi Musim Kompetisi 2026/27
"Ketika sudah di lapangan, senior atau junior, semuanya ingin memiliki kemenangan yang sama. Jadi ketika sudah di lapangan, semuanya fight saja," sambungnya.
Di balik target besar tersebut, Alwi memilih tidak terburu-buru memikirkan partai final.
Fokus utamanya adalah melewati setiap pertandingan satu per satu, mengingat persaingan di level Super 750 selalu menghadirkan lawan-lawan terbaik dunia sejak babak pertama.
Baca Juga: Inter Miami Dikabarkan Kepincut dengan Aksi Kiper Tanjung Verde Vozinha
"Pastinya saya belum pernah mendapatkan gelar 750. Saya masih sangat berambisi dan berburu gelar 750. Tapi setiap babak juga memiliki tantangan sendiri-sendiri, jadi saya harus fokus dulu game by game," imbuhnya.
Alwi berharap mampu melanjutkan tren positifnya di Jepang. Ia pun memastikan akan mengerahkan seluruh kemampuannya demi membuka peluang merebut gelar Super 750 pertama dalam kariernya.
"Pastinya saya akan all out dan habis-habisan untuk Jepang nanti," tegas juara Indonesia Master 2026 itu.
Artikel Terkait
Alwi Farhan Singkirkan Lakshya Sen, Tantang Jonatan Christie di 16 Besar Indonesia Open 2026
Alwi Farhan Persembahkan Satu-Satunya Gelar Indonesia di Australia Open 2026.
Alwi Farhan Tembus Top 10 Dunia, Indonesia Kembali Punya Dua Wakil Elite BWF
Alwi Farhan Puncaki Race to Finals 2026, Lima Wakil Indonesia Masuk Zona Aman
Indonesia Turunkan 12 Wakil di Japan Open 2026, Ubed Jalani Debut Super 750